Rabu, 17 Jan 2018
radarmadura
icon featured
Features

Budayawan H. M. Dradjid, B.A Rawat Bahasa Daerah

Minggu, 14 Jan 2018 18:12 | editor : Abdul Basri

PEDULI BAHASA: Wartawan JPRM Prengki Wirananda berdiskusi dengan budayawan H. M. Dradjid, B.A, Sabtu (13/1).

PEDULI BAHASA: Wartawan JPRM Prengki Wirananda berdiskusi dengan budayawan H. M. Dradjid, B.A, Sabtu (13/1). (MOH. ALI MUHSIN/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk melestarikan bahasa. Salah satunya seperti yang dilakukan budayawan asal Pamekasan ini.

Stopmap kertas warna cokelat bergeletak di meja berukuran mini. Kursi dengan sentuhan seni ukir menambah eksotisme rumah itu. Vas yang ditanami tumbuhan hidup mengolaborasikan keindahan seni dan alam.

Rumah yang berdiri kokoh di Jalan R. Abd. Aziz Nomor 68, Pamekasan itu tampak sepi. Ucapan salam yang dilontarkan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) baru terjawab pada kali kedua.

Remaja berbadan kekar mempersilakan koran ini duduk di kursi yang sedari awal menjadi perhatian itu. Tidak lama kemudian, laki-laki paro baya keluar. Mengenakan kaus oblong putih dan celana batik, si penghuni rumah menyapa dengan senyum.

Laki-laki itu sangat antusias menyambut kedatangan koran ini. Rambut yang tak kalah putih dengan kaus yang yang dikenakan sama sekali tidak membuat langkahnya tertatih-tatih. Laki-laki bernama lengkap H. M. Dradjid, B.A itu masih dikaruniai sehat yang begitu nikmat.

Dradjid adalah budayawan yang peduli terhadap bahasa Madura. Dedikasinya merawat warisan leluhur tidak diragukan. Laki-laki yang lahir pada 6 Januari 1940 itu memiliki cara unik melestarian bahasa Madura dengan cara kekinian.

Yakni, mengolah berita yang diterbitkan Jawa Pos Radar Madura lalu diterjemahkan ke bahasa Madura. Beberapa berita juga diabadikan dalam bentuk kliping. Sewaktu-waktu, berita pilihan itu dibaca kembali.

Salah satu berita yang diterjemahkan dan diterbitkan di salah satu buletin lokal berbahasa Madura yakni berita features yang ditulis Prengki Wirananda, jurnalis Jawa Pos Radar Madura yang bertugas di Pamekasan.

Berita tersebut berjudul ”Mengunjungi Hutan Mangrove Hasil Kepedulian Masyarakat. Tahan Abrasi, Jadi Tempat Penelitian Mahasiswa hingga Profesor”. Berita tersebut terbit Minggu, 12 Februari 2017.

Dradjid mengolah berita yang menceritakan perjuangan masyarakat Desa Lembung, Kecamatan Galis, dalam merawat lingkungan itu. Kemudian, diterjemahkan ke bahasa Madura dengan judul ”Slaman Pahlawan ”Pe-Ape” dari Dhisa Lembhung – Ghalis”.

Dradjid mengatakan, sejak 1960 dia berlangganan koran harian Jawa Pos. Beberapa berita yang dianggap menarik dia abadikan. Berita yang menginspirasi biasanya menjadi sasaran kebiasan pengabadian itu.

Kakek dengan sepuluh cucu itu menyampaikan, berita yang menginspirasi disebarluaskan kembali. Yakni, dengan cara diolah agar tidak sama persis, kemudian diterjemahkan ke bahasa Madura. ”Sumber dan penulisnya juga ditulis agar tidak plagiasi,” jelasnya Sabtu (13/1).

Dradjid menyampaikan, berita yang diterjemahkan ke bahasa Madura diharapkan mampu menghasilkan dampak positif. Yaitu memberi edukasi kepada masyarakat mengenai penulisan dan ejaan bahasa Madura.

Hal itu karena banyak masyarakat yang hanya mampu mengucapkan tetapi tidak bisa menulis bahasa Madura. Bahkan ada warga yang tidak bisa membaca tulisan berbahasa Madura. ”Tugas kita memberi pencerahan dan pemahaman tentang bahasa Madura,” ulasnya.

Kakek yang aktif di Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Bahasa dan Sastra Madura (Pakem Maddhu) itu menyatakan, jika orang tidak biasa membaca tulisan bahasa Madura, akan kesulitan pada saat membaca.

Orang yang tidak terbiasa menulis bahasa Madura, juga akan kesulitan. Bahkan bisa berdampak buruk. Yakni menulis asal-asalan. ”Tugas media memberi pemahaman tentang penulisan dan pengucapan bahasa Madura yang benar,” tegasnya.

”Generasi bangsa berkewajiban memberi pemahaman tentang warisan nenek moyang. Salah satunya bahasa Madura. Jangan sampai, orang Madura tidak paham dengan bahasanya sendiri,” tandas Dradjid.

(mr/pen/hud/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia