Rabu, 17 Jan 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Polres Ringkus DPO Begal

Jadikan Pacar sebagai Umpan melalui Medsos

Jumat, 12 Jan 2018 18:48 | editor : Abdul Basri

TAK BERKUTIK: Penyidik menginterogasi Sahid di Polsek Tragah, Rabu (10/1).

TAK BERKUTIK: Penyidik menginterogasi Sahid di Polsek Tragah, Rabu (10/1). (POLRES BANGKALAN FOR Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Pelarian Sahid, warga Desa Banyubeseh, Kecamatan Tragah terhenti. Pria berusia 35 tahun itu ditangkap polisi di Desa Jangkar, Kecamatan Tanah Merah, Rabu (10/1) sekitar pukul 15.00 karena diduga kuat pelaku begal.

Kini Sahid harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia ditahan di Mapolsek Tragah. ”Ini berkat kerja keras anggota. Pelaku yang buron bisa ditangkap,” kata Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin kemarin (11/1).

Akibat perbuatannya, Sahid dijerat Pasal 365 jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. Dia terancam hukuman 9 tahun penjara. ”Ceritanya, si Sahid menyusul kekasih masuk penjara,” ujarnya.

Polisi saat ini fokus melakukan pengejaran kepada pelaku lainnya, yaitu Faisol dan Hamid yang juga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Polisi sudah beberapa kali melakukan penggerebekan ke rumah mereka. Namun, keduanya tidak ada. ”Doakan saja meraka juga bisa ditangkap,” harapnya.

Menurut Bidarudin, Sahid sudah ditetapkan dalam DPO Polres Bangkalan sejak September 2017. Dia disangka terlibat aksi pencurian dengan kekerasan di Jalan Raya Desa/Kecamatan Tragah Agustus 2017 lalu.

Kasus ini berawal saat Sahid bersama kekasihnya, Siti Sri Mulyani, 18, warga Kecamatan Tragah, berencana melakukan pencurian kendaraan bermotor. Mereka dibantu Hamid yang merupakan tetangga Siti. Modusnya, mencari korban lewat media sosial (medsos) dengan memanfaatkan Siti sebagai umpan.

Siti berkenalan dengan Edi Herliyanto, 24, warga Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah melalui medsos. Edi pun terpengaruh dengan paras Siti. Selanjutnya, Senin, 21 Agutus 2017, Siti mengajak Edi Herliyanto jalan-jalan. Tanpa rasa curiga, Edi langsung mengiyakan ajakan Siti.

Edi membonceng Siti dengan mengendarai Yamaha Vixion bernopol L 6959 GG. Mereka jalan-jalan melintas di Jalan Raya Desa/Kecamatan Tragah.

Di lokasi sudah menunggu Sahid dan Hamid. Keduanya langsung membegal Edi. Dua pelaku itu langsung melarikan diri dengan membawa motor korban. Sementara Siti pulang ke rumahnya.

Kemudian, Edi mendatangi Polsek Tragah untuk melaporkan kejadian pembegalan itu. Belakangan diketahui ada pelaku lain yang ikut membantu aksi jahat tersebut, yakni Faisol.

Minggu (17/9/2017) sekitar pukul 14.00, polisi mendapatkan informasi keberadaan Siti, Hamid, dan Sahid. Namun, saat itu polisi hanya berhasil menangkap Siti. Sahid dan Hamid berhasil meloloskan diri dari sergapan petugas. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti. Di antaranya, STNKB, Yamaha Vixion nopol L 6959 GG, dan HP Lenovo.

Saat ini Siti telah divonis bersalah oleh hakim Pengadilan Negeri Bangkalan. Status hukumnya sudah berkekuatan hukum tetap atau inkracht. 

(mr/bam/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia