Selasa, 16 Jan 2018
radarmadura
icon featured
Sportainment

Jika Ingin Juara SSC, Harus Menang di Laga Pamungkas

Jumat, 12 Jan 2018 04:37 | editor : Abdul Basri

UPPHORIA: launching Madura United, Rabu (10/1).

UPPHORIA: launching Madura United, Rabu (10/1). (Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Madura United akan menjalani laga pamungkas Suramada Super Cup (SSC) 2018. Laskar Sape Kerrap berpeluang menjadi juara pada turnamen pramusim itu. Syaratnya, Madura United harus menang dengan skor berapa pun.

Lawan yang akan dihadapai tim besutan Gomes de Olivera di laga terakhir adalah Kedah FA. Tim asal Malaysia tersebut tidak pernah kalah sepanjang turnamen. Karena itu, Laskar Sape Kerrap harus berjuang lebih ekstra.

Saat ini Madura United menjadi pemuncak klasemen sementara dengan 4 poin hasil sekali menang dan imbang. Sementara lawan yang akan dihadapi berada di peringkat 3 dengan 2 poin hasil dari dua kali imbang.

PEMAIN BARU: Raphael Maitimo diperkenalkan kepada awak media usai launching Madura United.

PEMAIN BARU: Raphael Maitimo diperkenalkan kepada awak media usai launching Madura United. (Radar Madura/JawaPos.com)

Sebagai tuan rumah, tentu Fabiano Beltrame dkk tidak ingin gelar itu lepas ke tim lain. Karena itu, seluruh tim harus bekerja ekstra. Mengingat, dua tim lainnya, yakni Persija Jakarta dan Kedah FA sama-sama mengincar gelar.

Pada saat launching, Madura United memperkenalkan sejumlah pemain baru. Salah satunya gelandang Timnas Indonesia Raphael Maitimo. Sayang, pemain naturalisasi tidak bisa dimainkan di SSC karena membela timnas selection.

”Ambisi Madura United musim ini cocok sama saya. Saya belum pernah merasakan juara liga di Indonesia, dan saya punya mimpi akan meraih itu bersama Madura United,” kata pemain yang akan menggunakan nomor punggung 9 itu.

Eks pemain Arema FC tersebut sudah cukup lama berada di Indonesia. Dia juga telah berpindah-pindah klub. Sayangnya, belum juga menghapus dahaga gelar juara Liga Indonesia. Dia yakin pilihannya merupakan yang terbaik.

Gelandang 33 tahun tersebut memang dikait-kaitkan dengan Madura United sejak lama. Namun baru musim ini dia resmi bergabung. Dia akan dikontrak hingga musim 2020 mendatang. Masih ada opsi untuk perpanjangan kontrak.

Sementara Presiden Klub Madura United Achsanul Qosasi mengatakan, Madura United didirikan untuk mempersatukan masyarakat Madura. Pria asli Sumenep tersebut mengaku sangat mencintai Madura. Melalui sepak bola dirinya ingin mempersatukan Madura.

”Kalau ditanya kenapa ada Madura United, jawabannya karena kita butuh Madura bersatu. Sepak bola adalah alat persatuan. Lewat sepak bola kita bisa berbuat dan menyampaikan sesuatu. Nyawa klub ada dua, suporter dan sponsor,” kata Achsanul.

Launching Madura United diawali pembacaan puisi dari tokoh dan budayawan asal Madura Zawawi Imron dengan judul Ibu. Sebagai sesepuh Madura, dia berpesan agar Madura United bisa terus membawa nama baik dan menyatukan Madura.

(mr/dam/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia