Selasa, 23 Jan 2018
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Pilkada Bangkalan Mengerucut Tiga Pasangan Calon

Selasa, 02 Jan 2018 07:05 | editor : Abdul Basri

Grafis

Grafis (SIGIT AP/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Pendaftaran pemilihan bupati dan wakil bupati Bangkalan 2018–2023 tinggal hitungan hari. Pasangan calon (paslon) yang berancang-ancang maju malai mengerucut. Hingga Senin (1/1), tiga paslon disebut-sebut potensial bersaing memperebutkan kursi bupati dan wakil bupati Bangkalan.

Yaitu, pasangan Abdul Latif Amin Imron-Mohni, Farid Alfauzi-Sudarmawan, dan Imam Bukhori-Mondir A. Rofii. Namun, sejauh ini hanya pasangan Abdul Latif Amin Imron-Mohni yang melakukan deklarasi. Pasangan yang telah mengantongi rekomendasi PPP dan Golkar ini juga mulai memasang baliho di pinggir-pinggir jalan seantero Bangkalan.

Sementara pasangan Farid Alfauzi-Sudarmawan dan Imam Bukhori-Mondir A. Rofii belum melakukan deklarasi terbuka. Namun, indikasi dua pasangan ini bakal maju mulai terbaca. Misalnya, beberapa hari lalu pasangan Farid Alfauzi-Sudarmawan berfoto bersama pengurus DPP PAN. Informasinya, rekomendasi PAN jatuh kepada pasangan calon ini.

Indikasi lain, akun Facebook PAN Bangkalan menyebutkan, rekomendasi partai berlambang matahari itu sudah tuntas dan jatuh kepada pasangan Farid Alfauzi-Sudarmawan. Dalam keterangan tertulisnya, semoga pasangan Farid dan Sudarmawan membawa perubahan yang lebih baik.

Sedangkan pasangan Imam Bukhori-Mondir A. Rofii sempat berfoto bersama di kantor DPP Partai Nasdem. Dikabarkan, rekomendasi Partai Nasdem jatuh pada pasangan ini. Ketua DPD Nasdem Bangkalan Nasih Aschal tidak menampik atas foto yang tersebar di media sosial (medsos) mengenai Imam Bukhori-Mondir A. Rofii.

”Itu benar foto mereka (Imam Bukhori-Mondir A. Rofii, Red) di DPP Partai Nasdem. Mereka diundang. Tapi, apakah mengenai rekomendasi, saya belum tahu. Sebab, tidak ada tembusan ke daerah,” ujar Ra Nasih kemarin.

Apabila benar rekomendasi Nasdem jatuh kepada pasangan Imam Bukhori-Mondir A. Rofii, Ra Nasih mengaku sangat kecewa. Dia menganggap keputusan partai terburu-buru. Sebab, perolehan kursi Partai Nasdem di DPRD Bangkalan hanya dua. ”Mestinya menunggu dulu, tidak langsung memberikan rekomendasi. Takutnya rekomendasi parpol lain tidak kepada mereka (Imam Bukhori-Mondir A. Rofii),” ujarnya.

Selain Nasdem, pasangan Imam Bukhori-Mondir A. Rofii kemungkinan didukung PKB dan PKS. ”Kalau rekom dari PKB dan PKS sudah final, tidak ada masalah karena sudah mencapai 10 kursi,” tukas Ra Nasih.

Sementara itu, Sekretaris DPC PPP Bangkalan Taufieq Mashduqie menyatakan, rekomendasi partai berlambang Kakbah sudah pasti jatuh kepada Abdul Latif Amin Imron-Mohni. Rekomendasi PPP telah diserahkan kepada pasangan Sahabat Salam di kantor DPW PPP Jatim, Jalan Raya Kendangsari, 36, Surabaya.

”Rekomendasi dikeluarkan DPP PPP yang ditandatangani ketua umum dan sekretaris jenderal. Yaitu, Surat Keputusan (SK) Nomor 244/SK/DPP/C/XI/2017,” terangnya. Menurut Ra Taufieq, pasangan Sahabat Salam juga mendapat dukungan dari Golkar dan Gerindra. ”Jadi, tidak hanya PPP,” ucap dia.

Ketua DPD Partai Golkar Bangkalan Mathari menegaskan, rekomendasi Golkar jatuh kepada pasangan Sahabat Salam. Itu sebagaimana disampaikan Ketua DPP Partai Golkar Zainuddin Amali. ”Hanya terdapat perubahan administrasi karena SK sebelumnya ditandatangani Setya Novanto. Sementara Ketum Golkar yang baru Airlangga Hartanto,” tandasnya.

Sekretaris DPC Partai Gerindra Bangkalan Imron Rosyadi menyampaikan, rekomendasi Garindra tidak akan berubah. Yakni, kepada pasangan Abdul Latif Amin Imron-Mohni. Dua hari lalu rekomendasi tersebut sudah diambil ke DPD Partai Gerindra Jatim.

”Gerindra punya tradisi berbeda dengan parpol lain. Tidak perlu paslon menghadap kepada Ketum Gerindra. Cukup diwakili ketua DPC yang mengambil rekomendasi dan sudah atas nama Ra Latif dan Pak Mohni,” bebernya.

Ketua DPD PAN Bangkalan Abdurrahman menyebutkan, rekomendasi PAN sudah final dan klir kepada pasangan Farid Alfauzi-Sudarmawan. ”Beberapa minggu lalu rekomendasi PAN turun. Mereka (Farid Alfauzi-Sudarmawan) mengambil rekom PAN,” paparnya.

Ketua DPC Partai Hanura Bangkalan Mahmudi menyampaikan, meski Farid merupakan kader Hanura, tidak otomatis rekomendasi jatuh kepada yang bersangkutan. ”Kami masih menunggu rekom dari DPP,” katanya.

Usulan dan pertimbangan DPC tetap kepada calon yang ikut penjaringan di Hanura. Apabila rekomendasi Hanura jatuh kepada calon yang lain, peserta harus menerima. ”Kewenangan penuh di DPP. Dalam waktu dekat ini, rekom pasti turun. Sebelum pendaftaran paslon ke KPU,” tegasnya.

Ketua DPD PKS Bangkalan Akhmad Moestamin menyatakan, meskipun rekomendasi PKS belum turun, sudah 80 persen ada kepastian. Rekomendasi PKS diberikan kepada calon yang memiliki kepemimpinan mumpuni, elektabilitas bagus, dan basis masa yang kuat. ”Mengarah ke Ra Imam Bukhori. Tapi, tetap menunggu keputusan dari pengurus pusat,” jelasnya.

Sekretaris DPC PKB Bangkalan Khotib Marzuki memaparkan, wacana yang berkembang bahwa Ketua DPC PKB Mondir A. Rofii akan mendampingi Ra Imam Bukhori benar adanya. Namun, di internal partai belum dilaksanakan rapat. ”Itu bisa saja terjadi. Tapi, secara resmi sejauh ini belum ada rapat internal,” tuturnya.

PKB di Bangkalan merupakan partai menengah dengan lima kursi di parlemen. ”PKB akan mengusung kader sendiri. Baik posisi di Bangkalan satu atau Bangkalan dua. Ini pengurus dan ulama masih istikharah sambil lalu menunggu rekom dari DPP,” ujarnya.

Juru bicara PDIP Bangkalan Abdul Hafid mengatakan, PDIP masih dinamis dan menunggu poros koalisi partai yang tepat. ”Santailah. Pada saatnya rekomendasi PDIP akan ada kejutan,” ucap dia.

(mr/hud/han/daf/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia