Selasa, 16 Jan 2018
radarmadura
icon featured
Madura Events
BUMDes Paling Bergeliat I Madura Awards 2017

Punya 8 Jenis Usaha, Tiap Bulan Dapat Rp 5 Juta

Selasa, 26 Dec 2017 16:27 | editor : Abdul Basri

PATUT DICONTOH: Staf Ahli Bidang Pengembangan Ekonomi Lokal Kementerian Desa PDTT RI Ratna Dewi Andriani (kanan) memberikan penghargaan Madura Award kepada Ketua BUMDes Barokah Desa Labuhan Misnawar di Gedung Islamic Center Pamekasan, Jumat (22/12).

PATUT DICONTOH: Staf Ahli Bidang Pengembangan Ekonomi Lokal Kementerian Desa PDTT RI Ratna Dewi Andriani (kanan) memberikan penghargaan Madura Award kepada Ketua BUMDes Barokah Desa Labuhan Misnawar di Gedung Islamic Center Pamekasan, Jumat (22/12). (A. YUSRON FARISANDY/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN - Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Barokah patut berbangga. Perusahaan milik Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Bangkalan, itu meraih juara I pada Madura Awards 2017 ketegori BUMDes Paling Bergeliat. Melalui dua tahap penjurian, pengelola mampu mempertanggungjawabkan program dan kinerjanya.

Ketua BUMDes Barokah Misnawar menyampaikan, ada sekitar delapan jenis usaha yang dijalankan. Di antaranya kopi labuhan, kepiting soka, dan wisata taman pendidikan mangrove. Produk kopi labuhan sendiri sudah diakui berstandar nasional Indonesia (SNI) dan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kemudian, ada usaha katering yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat. ”Kalau ada yang mengadakan diklat, kemah, atau acara lainnya kami manfaatkan masyarakat untuk menyediakan makanan pesanan. Yang menyediakan bergantian. Jadi biar sama-sama untung,” ujarnya kemarin (25/12).

Usaha ini sebenarnya sudah berdiri sejak 2014. Namun baru membentuk nama BUMDes Barokah pada 2016. Pengurus serta anggota yang terlibat pada pengelolaan sebanyak 80 orang. Dia mengucapkan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) yang telah memberikan penghargaan melalui ajang Madura Awards.

”Masyarakat Desa Labuhan sangat senang. Sebab, bisa mendapat penghargaan. Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu kami,” ungkapnya.

Sekretaris BUMDes Barokah Sahril menjelaskan, rata-rata pendapatan dari sejumlah usaha yang dikelola bisa mencapai sekitar Rp 5 juta per bulan. Beda lagi dengan penghasilan yang didapatkan masyarakat setempat. Dampak usaha yang dikelola BUMDes cukup membantu perekonomian masyarakat Desa Labuhan.

”Kami pernah mengirim pesanan bibit cemara laut ke daerah Lamongan. Kami juga sering memberikan bantuan berupa bibit mangrove untuk kegiatan bakti lingkungan,” jelasnya.

Sahril memaparkan, masyarakat cukup partisipatif dalam pengelolaan BUMDes. Memang, usaha yang dikelola masih dalam skala kecil. Namun, pihaknya berjanji akan terus meningkatkan upaya kesejahteraan masyarakat melalui BUMDes. Selain itu, BUMDes ini sudah dua kali mendapat penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (LHK RI).

”Kami juga sering diundang untuk memberikan materi tentang lingkungan hidup. Di TPM juga sering digunakan untuk sarana belajar dan kemah pelajar dari TK hingga mahasiswa,” paparnya.

Dia menambahkan, keberhasilan yang diraih BUMDes Barokah tidak lepas dari peran masyarakat, dukungan kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, Pemkab Bangkalan, PHE WMO, dan semua pihak yang terlibat. Dijelaskan, BUMDes ini masih seumur jagung sehingga masih banyak yang perlu dibenahi.

”Kami butuh masukan dan sumbangan ide. Sebab, kami hanya masyarakat biasa yang dipercaya mengelola BUMDes. Terima kasih kepada semuanya,” pungkasnya.

(mr/bad/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia