Rabu, 13 Dec 2017
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Desak Tetapkan Tersangka Lain Korupsi Raskin Candi Burung

Kamis, 07 Dec 2017 17:51 | editor : Abdul Basri

Desak Tetapkan Tersangka Lain Korupsi Raskin Candi Burung

PAMEKASAN – Pengusutan kasus dugaan penyimpangan bantuan raskin di Desa Candi Burung, Kecamatan Proppo, lanjut. Setelah hakim menolak eksepsi yang diajukan Kades Fauzan selaku terdakwa, agenda sidang berikutnya adalah mendengarkan keterangan saksi.

Tak kurang 15 saksi dihadirkan oleh jaksa penuntut umum Kejari Pamekasan. Pekan depan diagendakan sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) dihadirkan untuk memberikan keterangan sebagai saksi.

M. Alfian, kuasa hukum Fauzan, mengatakan, keterangan 15 saksi akan meringankan terdakwa. Mereka mengaku menerima utuh beras 15 kilogram, tetapi tidak setiap bulan. ”Saksi mengaku menerima raskin utuh pada Februari dan April,” katanya Rabu (6/12).

Menurut, pengakuan 15 saksi itu benar. Sebab, raskin memang hanya turun pada Februari dan April. Sementara Januari dan Maret, pemerintah Desa Candi Burung belum melakukan penebusan.

Pekan depan jaksa kembali mendatangkan saksi. Alfian yakin, jawaban saksi tidak akan jauh berbeda. Dia percaya kliennya tidak melakukan tindak pidana korupsi. Fauzan hanya melakukan penyalahgunaan wewenang lantaran membagikan raskin secara merata kepada warga.

Alfian meminta, aparat penegak hukum tidak hanya mengambinghitamkan Fauzan. Aparat harus mendalami kasus tersebut. Sebab, dugaan penyimpangan raskin berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) polisi.

Pada April 2016, jelas dia, polisi melakukan OTT di rumah salah seorang aparat desa. Polisi menemukan raskin diganti bungkus. Pada saat kejadian, Kades Fauzan tidak ada di tempat kejadian perkara (TKP).

Bahkan, penggantian bungkus dari karung bulog ke karung pupuk dan pakan ternak itu tanpa sepengetahuan Fauzan. Sehari sebelum kejadian, Fauzan pulang ke rumah orang tuanya lantaran ada masalah keluarga dengan istri.

Anehnya, orang yang ada di TKP tidak ditetapkan sebagai tersangka. Padahal jelas, yang mencoba menyelewengkan raskin dengan modus mengganti karung itu adalah orang yang berada di TKP.

Atas dasar itu, Alfian mendesak aparat penegak hukum menetapkan tersangka lain. Orang yang terlibat aktif dalam upaya penyelewengan raskin harus dihukum. ”Kami minta agar orang yang ada di TKP ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Kasipidsus Kejari Pamekasan Eka Hermawan menyatakan, dari keterangan saksi yang dihadirkan dalam persidangan, ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan Kades Fauzan. Yakni, KPM tidak menerima beras secara utuh 15 kilogram.

Mengenai tersangka baru, Eka Hermawan belum bisa memastikan. Menurut dia, ada atau tidaknya tersangka baru bergantung pada fakta persidangan. ”Masih ada saksi lagi yang kami hadirkan di persidangan,” tandasnya.

Untuk diketahui, Fauzan menjadi terdakwa kasus dugaan penyimpangan raskin. Fauzan diduga menyelewengkan raski npada Januari–April 2016. Akibatnya, negara mengalami kerugian Rp 106.795.500.

Kerugian negara itu berdasar hasil audit yang dikeluarkan Inspektorat Pamekasan pada 25 Juli 2017. Fauzan menjadi satu-satunya terdakwa dalam kasus tersebut.

(mr/pen/hud/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia