Minggu, 17 Dec 2017
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Ini Lima Alasan Pilih Baddrut Tamam di Pilkada 2018

Kamis, 07 Dec 2017 17:47 | editor : Abdul Basri

SANG PEMIMPIN: Bakal Calon Bupati Pamekasan KH Baddrut Tamam.

SANG PEMIMPIN: Bakal Calon Bupati Pamekasan KH Baddrut Tamam. (JARINGAN BERBARU FOR Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Banyak faktor yang bisa menjadi alasan memilih calon pemimpin. Selain memiliki popularitas, calon pemimpin mesti punya kapasitas dan kapabilitas. Latar belakang calon pemimpin juga menjadi penyebab masyarakat menentukan pilihan.

Itu juga berlaku bagi bakal calon bupati Pamekasan KH Baddrut Tamam. Dalam beberapa lembaga survei disebutkan, dia memiliki popularitas, elektabilitas, kapabilitas, dan eligibilitas tinggi dibandingkan dengan kandidat yang lain. Bahkan dia disebut-sebut sebagai calon terkuat.

Setidaknya ada lima alasan mengapa pria yang akrab disapa Ra Baddrut itu pantas memimpin Pamekasan. Pertama, dia lahir dari garis keturunan ulama besar. Dia merupakan keturunan KH Djufri Marzuki, ulama pejuang yang kesohor di zaman Orde Lama.

ANDHAP ASOR: KH Baddrut Tamam hormat dan mencium tangan warga Pamekasan yang lebih sepuh.

ANDHAP ASOR: KH Baddrut Tamam hormat dan mencium tangan warga Pamekasan yang lebih sepuh. (JARINGAN BERBARU FOR Radar Madura/JawaPos.com)

Kedua, sejak kecil hingga besar, dia dibesarkan di lingkungan pondok pesantren. Lingkungan yang agamais ini yang membuat dia terlatih menjadi pribadi yang santun dan tetap taat pada ajaran Islam. Matang di pesantren, Ra Baddrut melanjutkan pendidikan ke Kota Pendidikan, Malang.

Ketiga, jiwa kepemimpinannya terlatih sejak masih pelajar. Ketika dia melanjutkan kuliah, dia aktif di PMII. Berorganisasi, berdiskusi, dan advokasi masyarakat dia lakukan. Hingga akhirnya dia terpilih menjadi ketua umum PKC PMII Jawa Timur.

Keempat, sejak mahasiswa hingga terpilih menjadi anggota DPRD Jawa Timur, dia dekat dengan rakyat. Bahkan dia tetap menjaga tradisi dan akhlak pesantren. Yakni andhap asor dan menjaga kesopanan kepada yang lebih tua. Itu bisa dilihat saat dia berjumpa dengan orang sepuh. Tak segan-segan dia mencium tangan orang sepuh itu.

Kelima, dia masih muda dan punya energi besar untuk menjadi pemimpin Pamekasan. ”Ra Baddrut Tamam merupakan pemimpin muda, cerdas, dan merakyat. Beliau sosok yang pas menjadi pemimpin baru, harapan baru untuk Pamekasan yang lebih baik,” kata Ketua Garda Bangsa Pamekasan Syafiuddin.

(mr/mam/hud/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia