Selasa, 12 Dec 2017
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Madura Pemadaman Bergilir 14 Hari

Senin, 25 Sep 2017 00:05 | editor : Abdul Basri

KELUAR ASAP: Petugas berupaya memadamkan api yang menjalar pada kabel PLN, pipa PDAM, dan kabel seluler di Jembatan Suramadu, Sabtu malam (23/9).

KELUAR ASAP: Petugas berupaya memadamkan api yang menjalar pada kabel PLN, pipa PDAM, dan kabel seluler di Jembatan Suramadu, Sabtu malam (23/9). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Selama 14 hari ke depan, wilayah Madura akan mengalami pemadaman listrik bergilir masing-masing tiga jam. Hal itu karena, perbaikan kabel listrik yang terbakar di Jembatan Suramadu memerlukan waktu cukup lama.

Hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.00 Minggu dini hari (24/9), pemicu kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan investigasi. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan korsleting listrik di Jembatan Suramadu.

Kepala PPK UP SMKS Jembatan Suramadu Aditya Kusuma Dinata menyampaikan, kabel yang terbakar diperkirakan panjangnya 200 meter. Api berhasil dipadamkan setelah empat beton di Suramadu dibongkar.

”Dibantu petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Pemkot Surabaya, api yang membakar kabel berhasil dipadamkan dengan semprotan air,” ujarnya kemarin. Namun, sambung Aditya, kabel yang terbakar bukan hanya milik PLN.

Setelah dicek, pipa PDAM milik angkatan laut dan kabel seluler juga hangus terbakar. ”Yang dari pihak kami (Suramadu, Red) hanya beton yang dibongkar. Tapi tidak merusak struktur. Jalur roda dua arah Surabaya untuk sementara dialihkan ke roda empat,” bebernya.

Manajer PT PLN Persero Area Pamekasan Puguh Prijandoko mengatakan, akibat kebakaran kabel listrik di Jembatan Suramadu, pihaknya memutuskan melakukan pemadaman bergilir masing-masing selama tiga jam. Sebab, pasokan listrik ke Madura terganggu.

Peristiwa tidak diinginkan itu membakar salah satu kabel SKTT 150 kv tepat arah Ujung-Bangkalan. Perbaikan kerusakan jaringan listrik tersebut butuh waktu 14 hari ke depan. ”Selama proses perbaikan, dilakukan pemadaman bergiliran,” katanya.

Selama ini pasokan listrik ke Madura disuplai dengan dua jaringan kabel listrik tegangan tinggi. Yakni, 221 megawatt (mw) saat waktu beban puncak (WBP). ”Sekarang hanya satu jaringan kabel yang menyuplai pasokan listrik ke Madura karena jaringan kabel satunya terbakar,” tuturnya.

Kekurangan pasokan listrik ke Pulau Garam diperkirakan 60–70 mw. Madura mengalami defisit listrik yang meliputi empat kabupaten. Yakni, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. ”Terbakarnya kabel SKTT 150 kv sangat berdampak terhadap pasokan listrik,” tegas dia.

Bahkan, kejadian di Suramadu tersebut juga mengganggu pasokan listrik di 5 gardu induk dan 48 penyulang. Karena itu, untuk meminimalisasi kekurangan pasokan listrik, PLN akan memasang 31 genset dengan total kapasitas 1,3 mw tersebar di beberapa lokasi yang dianggap vital. ”Genset tetap tidak akan menyelesaikan kekurangan pasokan listrik. Cuma supaya sedikit mengurangi defisit listrik,” terangnya.

Pihaknya menginginkan masyarakat Madura dan pelanggan PLN lebih hemat dalam menggunakan listrik. ”Kalau bisa, yang punya genset pribadi dipakai untuk sementara waktu,” sarannya.

PLN, imbuh Puguh, tidak menginginkan insiden di Suramadu terjadi. Namun, musibah terbakarnya SKTT 150 kv merupakan kejadian yang tidak bisa ditebak. ”Siapa yang mau kebakaran. Makanya, kami minta maaf atas terganggunya pasokan listrik ini. Percepatan perbaikan akan terus dilakukan,” pungkasnya. (

(mr/daf/hud/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia