Rabu, 18 Oct 2017
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Pilkada Pamekasan, Ini Calon Pemegang Rekom PPP

Senin, 25 Sep 2017 01:50 | editor : Abdul Basri

MENUNGGU REKOM: Bacabup  dan bacawabup menghadiri rapimcab PPP di Gedung Serbaguna Minggu (24/9).

MENUNGGU REKOM: Bacabup  dan bacawabup menghadiri rapimcab PPP di Gedung Serbaguna Minggu (24/9). (MOH. ALI MUHSIN/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Sejumlah tokoh telah mengambil formulir dan mendatftar ke PPP. Sebagian mendaftar sebagai bakal calon bupati (bacabup). Ada juga yang mengambil formulir bakal calon wakil bupati (bacawabup). Namun, kepada siapa rekomendasi partai berlambang Kakbah itu akan turun masih manjadi teka-teki.

Sekretaris DPW PPP Jatim Norman Zein Nahdi menyatakan, rekomendasi itu segera turun. Hal itu akan dilakukan agar ada kejelasan sosok yang akan diusung PPP. Selain itu, agar tidak dinilai negatif oleh masyarakat.

”Target awal atau pertengahan bulan akan keluar. Sebab ini menyangkut kondisi daerah. Kita putuskan agar tidak terjadi penilaian yang macam-macam,” terangnya Minggu (24/9).

Norman Zein Nahdi memberikan bocoran sosok yang akan memegang rekom tersebut. Menurut dia, keputusan partai bakal diberikan kepada bakal calon (balon) yang memiliki poin tinggi berdasar survei tinggi di Pamekasan. PPP sudah mengantongi hasil survei dari pihak independen dan tepercaya.

”Kalau melihat survei yang paling diidamkan masyarakat sebagai bupati ada dua tokoh. KH Kholil (Kholilurrahman, Red) dan Baddrut Tamam. Tapi pilkada kan masih jauh. Bisa jadi nanti ada kejutan-kejutan,” terangnya.

Sementara Khalil Asy’ari yang merupakan kader PPP diidamkan sebagai wakil bupati. Namun, dalam petunjuk pelaksanaan (juklak) pilkada, kader diutamakan. Karena itu, meski tidak daftar, jika direkomendasikan partai akan diprioritaskan.

”Ketentuan itu berlaku di seluruh Indonesia. Jika berbicara Ustadz Kholil misalkan sebagai Plt bupati dia mumpuni. Kalau dia bersedia, kami prioritaskan,” terangnya.

Namun jika dari kader PPP tidak ada yang direkomendasikan sebagai balon bupati, maka bisa di posisi wakil. ”Kalau kita menginginkan sebagai balon bupati dari kader partai sendiri, wakilnya dari luar,” pungkasnya.

(mr/sin/hud/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia