Minggu, 22 Oct 2017
radarmadura
icon featured
Features

Berharap Santri Tidak Lupa Sejarah Bangsa

Minggu, 24 Sep 2017 04:00 | editor : Abdul Basri

PUPUK NASIONALISME: Ratusan santri Ponpes An-Nasyiin, Desa Grujugan, Kecamatan Larangan, Pamekasan menonton film G30S PKI, Jumat malam (22/9).

PUPUK NASIONALISME: Ratusan santri Ponpes An-Nasyiin, Desa Grujugan, Kecamatan Larangan, Pamekasan menonton film G30S PKI, Jumat malam (22/9). (PRENGKI WIRANANDA/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN sudah cukup larut. Jarum jam menunjukkan pukul 22.30. Jumat malam (22/9) Ponpes An-Nasyiin di Desa Grujugan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, mengadakan acara nobar film G30S/PKI.

Terdengar dentuman bom dan teriakan histeris. Suara itu berasal dari masjid berada di lingkungan pondok yang sedang menayangkan film G30S PKI. Ratusan santri fokus pada layar berukuran besar yang dilengkapi speaker aktif. Di dalam layar terlihat tentara berpakaian loreng.

Ratusan pasang mata santri tak beranjak dari layar besar itu. Tapi ada juga santri yang terlelap dalam posisi duduk. Pukul 23.00, satu per satu santri meninggalkan masjid. Mereka kembali ke tempat istirahat masing-masing. Sementara sejumlah santri lainnya masih terbelalak melihat pertempuran film.

Film yang disajikan kepada santri adalah G30S PKI. Film yang dirilis pada 1984 itu diputar kembali sejak tidak menjadi tontonan wajib di televisi. Santri tampak antusias menyaksikan film G30S PKI.

Ketua Pengurus Putra Ponpes An-Nasyiin Moh. Kurdi mengatakan, pemutaran film G30S PKI sangat penting untuk memberi pengetahuan sejarah kepada santri. Sebab, tanpa pemutaran film, santri tidak dapat mengetahui secara langsung perjuangan membangun bangsa Indonesia.

Pemutaran film itu juga dalam rangka mengenang sejarah. Santri wajib tahu secara jelas perjuangan berdirinya NKRI. Dengan demikian, nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme akan tumbuh di dalam diri santri.

Nonton film tersebut diikuti sekitar 350 santri. Mereka antusias menyaksikan perjuangan yang difilmkan itu. ”Santri tidak boleh lupa sejarah. Nasionalisme dan cinta NKRI harus dipupuk sejak dini,” katanya.

Kurdi menyampaikan, sejarah pendirian bangsa ini tidak bisa lepas dari peran ulama. Dengan rasa nasionalisme, diharapkan santri mampu mengikuti jejak para ulama. Utamanya, dalam mempertahankan NKRI. ”Santri harus menjadi garda terdepan bilamana ada pihak-pihak yang akan merongrong keutuhan NKRI,” katanya.

Komandan Koramil 0826/05 Larangan Kapt Inf Yainaro mengatakan, pemutaran film G30S PKI bertujuan untuk memberi pemahaman sejarah kepada generasi penerus bangsa. Melalui film tersebut, santri dan masyarakat secara umum bisa mengetahui sejarah perjuangan pendirian bangsa.

Masyarakat juga mengetahui bagaimana para pahlawan melawan komunis yang bertentangan dengan Pancasila. Dengan pemahaman itu, diharapkan masyarakat dan generasi muda tidak mudah tersusupi isu-isu miring yang jauh dari kebenaran sejarah.

”Semoga dengan pemutaran film ini, masyarakat bisa mengetahui sejarah bangsa. Sebagai langkah antisipasi, khawatir ada pihak-pihak yang sengaja menyebar isu tidak benar tentang sejarah,” tandasnya.

(mr/pen/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia