Selasa, 21 Nov 2017
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Adezta Mellani Tersangka Kasus Video Mesum Buron

Jumat, 15 Sep 2017 15:23 | editor : Abdul Basri

Adezta Mellani Tersangka Kasus Video Mesum Buron

PAMEKASAN – Adezta Mellani (AM), tersangka kasus video mesum yang masuk daftar pencarian orang (DPO) belum diketahui keberadaannya. Polres Pamekasan belum bisa melacak keberadaan perempuan yang pernah terlibat skandal asmara dengan anggota DPRD Pamekasan itu.

Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki mengatakan, sampai sekarang, tersangka kasus video mesum itu belum tertangkap. Polisi terus melakukan pengejaran ke sejumlah lokasi yang dinilai menjadi tempat persembunyian. Hanya, upaya itu belum membuahkan hasil.

”Belum ditemukan. Kami akan terus melakukan pencarian,” katanya Kamis (14/9).

Osa mengatakan, jika perempuan itu ditemukan, polisi akan melakukan penangkapan paksa. Sebab, AM statusnya tersangka dan ancaman hukumannya di atas lima tahun, sehingga bisa langsung ditahan. Osa berharap, seluruh elemen masyarakat bisa membantu upaya pencarian itu.

”Masyarakat bisa membantu upaya pencarian kami,” harapnya.

Dia juga berharap, AM menyerahkan diri. Tujuannya, agar kasus hukum yang menimpanya diproses. Sebab, sampai kapan pun, kasus hukum itu tetap akan diproses. Suatu saat, jika AM ditemukan, tetap akan diproses hukum.

Tokoh muda Pamekasan Kamarudin mengatakan, polisi memiliki beban moral terhadap kasus tersebut. Sebab, dukungan dari masyarakat kepada polisi sangat kuat untuk mengusut dan menangkap pelaku yang dinilai merusak citra baik Kota Gerbang Salam. Karena itu, polisi harus segera menyelesaikannya.

”Masak mencari satu perempuan tidak bisa,” katanya.

Kamarudin berharap, kasus yang sempat membuat sejumlah kalangan resah itu diproses secara cepat. Pelakunya dikenakan sanksi hukum sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku.

Untuk diketahui, AM menjadi tersangka kasus pornoaksi setelah video mesumnya tersebar luas. Polres Pamekasan berhasil menangkap Abdussalam, pasangan AM di dalam video yang diambil di halaman salah satu instansi pemerintah.

(mr/pen/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia