Sabtu, 25 Nov 2017
radarmadura
icon featured
Rekreasi

Pengembangan Pariwisata Miskin Inovasi

Kamis, 14 Sep 2017 14:00 | editor : Abdul Basri

INDAH: Dua pemuda menikmati keindahan panorama Pantai Talang Siring di Kecamatan Larangan, Pamekasan, Rabu (13/9).

INDAH: Dua pemuda menikmati keindahan panorama Pantai Talang Siring di Kecamatan Larangan, Pamekasan, Rabu (13/9). (PRENGKI WIRANANDA/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Pemerintah dinilai miskin inovasi dalam pengembangan pariwisata. Sejumlah destinasi yang dikelola pemkab dibiarkan tanpa perubahan. Akibatnya, wisatawan lebih tertarik berkunjung ke lokasi wisata yang dikembangkan swasta.

Forum Pemuda Sadar Wisata (Pasta) Homaidi mengatakan, sejak dinas pariwisata dan kebudayaan (disparbud) dibentuk, belum ada pengembangan signifikan terhadap destinasi wisata. Sejumlah objek dibiarkan dalam kondisi rusak. Pantai Jumiang adalah salah satu destinasi wisata andalan.

Objek wisata di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu itu sempat menjadi jujukan wisatawan. Namun, mulai ditinggalkan lantaran fasilitasnya dibiarkan rusak. Fasilitas yang ada, seperti gazebo dan sarana bermain rusak. Bahkan, hamparan pasirnya tergerus abrasi. ”Kondisi seperti ini (rusak) dibiarkan sampai sekarang,” katanya Rabu (13/9).

Pantai Talang Siring bernasib sama. Pengelolaannya cenderung monoton. Kolam renang yang dibangun lengkap dengan air mancur itu kurang mendapat perawatan dengan baik. Sebagian pohon cemara yang menghiasi kolam tersebut kering.

Akibatnya, aksesori wisata yang menghabiskan Rp 800 juta itu tidak mampu mendongkrak jumlah pengunjung. ”Pantai Jumiang dan Talang Siring sangat sepi pengunjung. Kalaupun ada (pengunjung), hanya akhir pekan, itu pun jumlahnya tidak seberapa,” katanya.

Selain dua destinasi itu, objek wisata yang masih dijujuki wisatawan adalah Api Tak Kunjung Padam. Sayang, hingga sekarang ikon wisata Pamekasan itu dikelola swasta. Pemerintah belum berhasil menjalin kerja sama dengan pemilik lahan.

Homaidi mengatakan, pemerintah butuh suntikan inovasi. Pengembangan pariwisata khas dan kekinian harus menjadi prioritas utama. Jika pengembangan wisata Pamekasan hanya meniru daerah lain, diyakini tidak akan mampu mendongkrak jumlah pengunjung.

Sebab, daerah lain sudah lebih dulu mengemas potensi alamnya menjadi objek pariwisata. Sementara Pamekasan baru mau memulai. ”Sektor pariwisata sangat berdampak pada peningkatan perekonomian jika dikembangkan dengan baik,” katanya.

Kepala Disparbud Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, instansinya baru terbentuk pasca ada perubahan struktur organisasi perangkat daerah (OPD) baru. Dengan demikian, program kerja yang dimulai dari nol, butuh proses dan penyesuaian.

Meski demikian, pemerintah akan terus berupaya mengembangkan pariwisata agar bisa membantu meningkatkan perekonomian warga. Kemudian, juga mampu menyumbang kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Achmad meminta dukungan dari semua pihak. Sebab, tanpa dukungan dari seluruh elemen masyarakat, pengembangan pariwisata sulit terwujud. ”Mari sama-sama mendukung pengembangan sektor pariwisata,” tandasnya. 

(mr/pen/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia