Senin, 23 Oct 2017
radarmadura
icon featured
Rekreasi

Pengelolaan Bukit Kapur Tidak Jelas

Rabu, 13 Sep 2017 12:36 | editor : Abdul Basri

TAWARKAN KEINDAHAN: Bukit kapur di Dusun Bulu Barat, Desa Batuputih Daya, Kecamatan Batuputih, Sumenep, jadi jujukan wisatawan, tapi belum dikelola secara profesional.

TAWARKAN KEINDAHAN: Bukit kapur di Dusun Bulu Barat, Desa Batuputih Daya, Kecamatan Batuputih, Sumenep, jadi jujukan wisatawan, tapi belum dikelola secara profesional. (A. YUSRON FARISANDY/Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Tempat wisata bukit kapur di Dusun Bulu Barat, Desa Batuputih Daya, Kecamatan Batuputih, belum dikelola secara profesional. Pengelolaan terkendala status tanah yang tidak jelas dan belum ada dukungan konkret dari warga sekitar.

Kepala Desa (Kades) Batuputih Daya Harno mengatakan, pihaknya berencana mengelola potensi wisata bukit kapur. Namun, rencana itu tidak bisa berlanjut karena terkendala tanah. Kepemilikan tanah belum jelas atau oleh warga sekitar disebut tanah tak bertuan.

”Selian itu, ketika pemerintah desa berencana mengelola dan mengembangkan potensi wisata itu, belum mendapat dukungan warga,” katanya Selasa (12/9). Padahal, pemerintah desa ingin mengelola dengan tujuan untuk kepentingan masyarakat.

Misalnya, pengembangan ekonomi warga melalui berjualan hingga retribusi parkir di sekitar bukit kapur. Harno menyebutkan, pengunjung biasanya ramai tiap Sabtu–Minggu. Bahkan pada hari libur cukup panjang, wisatawan membeludak.

Saat ini, untuk parkir kendaraan pengunjung, warga sekitar mematok retribusi Rp 3 ribu. Baik roda dua maupun roda empat. Harno menambahkan, lokasi itu sering dijadikan swafoto dan latar pembuatan film-film pendek. ”Kami di desa akan terus berupaya untuk bisa mengelola agar fasilitas bisa dibenahi,” katanya.

Wakib, warga Desa Batuputih Daya, menuturkan, selama wisata dikelola dan tidak melabrak norma-norma di masyarakat, tidak ada masalah. Wisata juga mesti sepenuhnya dikelola untuk kepentingan masyarakat. ”Pengembangan wisata jangan sampai mengorbankan nilai-nilai moral,” katanya.

(mr/sid/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia