Sabtu, 23 Sep 2017
radarmadura
Sumenep

Pendamping PKH Nyambi Jadi Anggota Panwaslu

Rabu, 13 Sep 2017 12:34 | editor : Abdul Basri

SUMENEP – Imam Syafi’ie, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, memiliki pekerjaan sampingan sejak 28 Agustus. Yaitu, sebagai anggota panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sumenep.

Menurut Koordinator Pendamping PKH Sumenep Benny Widiyanto, Imam Syafi’ie belum mengundurkan diri sebagai pendamping PKH Kecamatan Batang-Batang. ”Tapi, sepertinya dia akan mengundurkan diri sebagai pendamping PKH,” katanya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep Aminullah mengaku belum menerima laporan mengenai pendamping PKH yang punya pekerjaan sampingan sebagai anggota panwaslu. Dia menyatakan, sejauh ini yang masuk dinsos, surat pengunduran diri salah seorang pendamping PKH karena diterima sebagai PNS.

Aminullah menjelaskan, pendamping PKH termasuk aparatur sipil negara (ASN) tidak tetap yang diangkat Kementerian Sosial (Kemensos). Karena itu, pendamping PKH mestinya tidak mengambil pekerjaan yang sama-sama dibiayai negara. ”Pendamping PKH tidak boleh rangkap,” ucapnya.

Ketua Panwaslu Sumenep Hosnan Hermawan menjelaskan, dirinya tidak tahu jika Imam Syafi’ie sebelum menjadi anggota panwaslu merupakan pendamping PKH. ”Dia memang anggota panwaslu. Masalah pendamping PKH langsung tanya yang bersangkutan,” ujarnya.

Hosnan mengaku mengetahui banyak anggota panwaslu kabupaten/kota di Jawa Timur yang tercatat sebagai pendamping PKH. Namun, setelah diterima menjadi anggota panwaslu, mereka mengundurkan diri dari pendamping PKH.

Sementara itu, Imam Syafi’ie menyatakan belum mengundurkan diri dari pendamping PKH meski telah resmi menjadi anggota Panwaslu Sumenep. Dia beralasan sibuk sehingga tidak sempat membuat surat pengunduran diri. ”Masih ada pekerjaan yang belum selesai. Saya selesaikan dulu pekerjaan, lalu mengundurkan diri,” tuturnya.

Dia menyadari konsekuensi diterima menjadi anggota panwaslu. Yaitu, tidak boleh merangkap pekerjaan atau double job. Sebab, dia sudah menandatangani surat pernyataan bersedia bekerja penuh waktu sebagai anggota panwaslu. ”Saya akan mengundurkan diri dari pendamping PKH,” tegas Imam Syafi’ie.

(mr/fat/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia