Jumat, 24 Nov 2017
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Bupati Makmun Ibnu Fuad Tak Kunjung Teken SK CPNS

Rabu, 13 Sep 2017 12:33 | editor : Abdul Basri

SABAR MENUNGGU: Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Badan BKPSDA Bangkalan Masyhudunnury.

SABAR MENUNGGU: Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Badan BKPSDA Bangkalan Masyhudunnury. (DAFIR/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Nota persetujuan (NP) dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) turun ke Pemkab Bangkalan sejak Mei. Namun, hingga kemarin (12/9) surat keputusan (SK) 348 calon pegawai negeri sipil (CPNS) belum beres. Bupati Muh. Makmun Ibnu Fuad tak kunjung menandatangani SK CPNS tersebut.

Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Bangkalan Masyhudunnury mengungkapkan, bupati yang berwenang menandatangani SK CPNS. BKPSDA hanya berupaya menyelesaikan berkas SK tersebut. ”SK 348 CPNS masih di bupati,” katanya.

Jika tidak ada perubahan, sambung dia, minggu depan SK CPNS diteken. ”Bupati sudah memberikan kode bagus. Dulu kan belum tampak. Sekarang sudah mulai ada kode akan diteken oleh bupati,” ucapnya.

Masyhud menyampaikan, pihaknya hanya memberikan SK kepada bupati agar diteken. Sebab, bukan ranahnya sebagai pembantu bupati bersikap mendesak. ”Mendesak bupati untuk meneken, itu bukan wewenang kami. Tapi, kami punya cara yang santun untuk diteken,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, CPNS yang selama ini menunggu SK dari bupati tidak perlu gusar. Tidak lama lagi SK akan ditandatangani. ”Ini kan untuk mengubah dari status CPNS menjadi PNS. Jadi, mohon bersabar. Pasti diteken,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman sangat kecewa jika sampai sekarang SK CPNS belum diteken bupati. Padahal, SK itu sangat diidam-idamkan CPNS. Mereka mengabdi bertahun-tahun agar diakui sebagai ASN.

”Tolong BKPSDA bertindak. Tidak perlu takut kalau hanya menanyakan kabar perkembangan SK CPNS,” ucapnya. Lagi pula, imbuh dia, apabila memang ada niat untuk meneken SK tersebut, tidak butuh berbulan-bulan menunggu tanpa kejelasan. ”Dikerjakan satu hari bisa jika memang mau diteken. Ayolah sedikit diperhatikan,” pintanya.

(mr/daf/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia