Senin, 25 Sep 2017
radarmadura
Bangkalan

Punya Sertifikat Pelatihan Belum Tentu Dapat Kerja

Rabu, 13 Sep 2017 12:31 | editor : Abdul Basri

SEMANGAT BERLATIH: Peserta kejuruan menjahit mengikuti pelatihan di BLK Disperinaker Bangkalan Selasa (12/9).

SEMANGAT BERLATIH: Peserta kejuruan menjahit mengikuti pelatihan di BLK Disperinaker Bangkalan Selasa (12/9). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Setiap tahun ratusan warga ikut pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Bangkalan. Tahun ini saja pendaftar pelatihan mencapai 350 orang. Sayangnya, tidak semua yang mendaftar bisa mengikuti pelatihan.

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan hanya memiliki pagu 80 kursi pelatihan dalam satu tahap. Setahun bisa dilaksanakan pelatihan tiga tahap. Dengan demikian, total ada 240 kursi pelatihan per tahun.

Tahap I dilaksanakan pada April–Juni 2017. Pendaftar berjumlah 106 orang. Tahap II berlangsung Juli–Agustus dengan 117 pendaftar. Gelombang III, mulai Agustus–Oktober, diperkirakan 100 lebih pendaftar. Namun, yang diterima disesuaikan dengan pagu.

Minat pencari kerja untuk meningkatkan keahlian kian meningkat. Setiap tahap jumlah pendaftar pelatihan melebihi pagu yang disediakan. Ada lima kejuruan di BLK Bangkalan. Yaitu, komputer, menjahit, otomotif, listrik, dan las.

Pagu setiap tahap pada pelaksanaan pelatihan kejuruan di BLK Bangkalan belum mampu menyerap seluruh pendaftar. Puluhan pendaftar yang hendak meningkatkan keahlian di bidang profesi tertentu mengubur keinginannya terlebih dahulu.

Kepala UPTD BLK Disperinaker Bangkalan Ashar menerangkan, peserta biasanya mendaftar sebulan sebelum pelatihan. Dia menyatakan, pada lima kejuruan, masing-masing terdapat 16 peserta yang mengikuti pelatihan. ”Insya Allah Oktober nanti pelatihan selesai,” ucapnya, kemarin (12/9).

Pendaftar yang belum bisa mengikuti pelatihan tahun ini dapat menunjukkan bukti pendaftaran pada tahap selanjutnya. Dengan demikian, mereka bisa didahulukan daripada pendaftar baru. ”Sisanya nanti diikutkan tahap selanjutnya,” ungkap Ashar.

Terkait rencana menambah atau mengurangi peserta, Ashar menerangkan sesuai dengan anggaran. Dia memaparkan, selain dilatih keahlian, peserta juga mendapat sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Namun, tidak semua peserta pelatihan dapat lulus. ”Ada standar kelulusan. Misalnya, menjahit. Kalau belum rapi, hasilnya berarti belum bisa kami luluskan,” paparnya.

Ashar bertugas meningkatkan kompetensi warga dalam bekerja. Namun, pihaknya tidak menjamin pemegang sertifikat bisa langsung bekerja. Sebab, diterima atau tidak, kemampuan peserta tetap disesuaikan dengan standar yang diharapkan perusahaan.

”Kami sudah banyak merekomendasi lulusan BLK ke perusahaan-perusahaan di Bangkalan. Kami kerja sama. Memang tidak semuanya kerja,” ungkapnya.

Sertifikat keahlian hanya berlaku tiga tahun. Jika sudah habis masa berlakunya, peserta harus ikut uji kompetensi lagi. Menurut dia, semua profesi akan ada sertifikasi. Dia berharap para lulusan pelatihan tidak lepas komunikasi.

”Kalau sudah dapat kerja kasih tahu kami. Kalau belum dapat kerja, kami akan bagi informasi lowongan. Kalau nomor teleponnya ganti dikasih tahu,” sarannya.

(mr/bad/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia