Kamis, 23 Nov 2017
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

DPW-DPP PPP Siap Menangkan Ra Latif

Selasa, 12 Sep 2017 10:47 | editor : Abdul Basri

CALON PEMIMPIN: Ketua DPC PPP Bangkalan Abdul Latif Amin Imron.

CALON PEMIMPIN: Ketua DPC PPP Bangkalan Abdul Latif Amin Imron. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/ Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Keinginan Ketua DPC PPP Bangkalan Abdul Latif Amin Imron maju sebagai bakal calon bupati (bacabup) sudah bulat. Pria yang akrab disapa Ra Latif itu mantap berpasangan dengan Mohni untuk berjuang pada Pilkada Bangkalan 2018.

Bahkan, tidak lama lagi wakil ketua DPRD Bangkalan itu akan menggelar deklarasi akbar. Ra Latif menyampaikan, segala persiapan mulai dimatangkan. Pada Minggu (17/9) bakal digelar deklarasi akbar. ”DPW dan DPP PPP siap membantu memenangkan kami,” katanya Senin (11/9).

Keinginan memimpin Bangkalan tidak datang tiba-tiba. Tetapi, melalui renungan dan pemikiran panjang demi mendorong masyarakat Bangkalan lebih maju serta sejahtera. ”Sesuai visi-misi kami, yakni terwujudnya masyarakat Bangkalan yang lebih religius dan sejahtera berbasis lokal,” jelas Ra Latif.

Pihaknya tergerak untuk hadir mewujudkan keinginan menyejahterakan masyarakat. Tindakan nyata dan perubahan yang lebih baik akan menjadi prioritas ketika ditakdirkan terpilih sebagai bupati Bangkalan. ”Kami mohon restu dan dukungan masyarakat Bangkalan,” pintanya dengan rendah hati.

Hal lain yang menjadi pemicu Ra Latif mencalonkan diri sebagai bupati yakni melihat perkembangan Bangkalan. Pada 2015, Presiden Joko Widodo menetapkan Bangkalan sebagai daerah tetinggal nomor dua setelah Sampang di Jawa Timur. Itu terhitung sejak 2015–2020.

”Atas predikat kurang baik ini, kami tertantang untuk membenahi Bangkalan agar lebih baik. Terutama, soal infrastruktur,” katanya. Sebab, kata Ra Latif, ketika infrastruktur bagus, perekonomian masyarakat akan bergerak. ”Karena itu, butuh pemimpin yang amanah dan berpikir maju,” ucapnya.

Namun, dia menegaskan, semangat religiusitas jangan dihilangkan. Terlebih, Bangkalan merupakan Kota Zikir dan Salawat. ”Itu mesti ditingkatkan. Tidak boleh hilang itu dari Bangkalan,” tandasnya.

(mr/daf/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia