Sabtu, 25 Nov 2017
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Pilkada Pamekasan, Tiga Tokoh Berebut Simpati Demokrat

Senin, 11 Sep 2017 10:48 | editor : Abdul Basri

INTENS: Taufadi (kanan) berbincang dengan KH Kholilurrahman dalam acara HUT Ke-16 Partai Demokrat di Pamekasan Minggu (10/9).

INTENS: Taufadi (kanan) berbincang dengan KH Kholilurrahman dalam acara HUT Ke-16 Partai Demokrat di Pamekasan Minggu (10/9). (IMAM S. ARIZAL/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Partai Demokrat menjadi primadona bagi para tokoh yang hendak mencalonkan diri dalam pilkada Pamekasan 2018. Maklum, partai ini sukses mengantarkan pasangan Achmad Syafii-Khalil Asy’ari (Asri) pada Pilkada 2013 silam. Sukses itu dinilai modal besar untuk memenangkan kembali pesta demokrasi tahun depan di Kota Gerbang Salam.

Ketertarikan tokoh terhadap Demokrat ini bisa dilihat dari sejumlah figur yang mendaftar. Baik mendaftar sebagai bakal calon bupati (bacabup) ataupun bakal calon wakil bupati (bacawabup). Lima nama sudah pasti mengambil formulir, yakni KH Kholilurrahman, KH Badrut Tamam, KH Al-Anwari, Taufadi, dan Raja’e.

Untuk meraih simpati Demokrat, mereka menggunakan berbagai cara. Seperti dilakukan oleh Kholilurrahman, Taufadi, dan Al-Anwari. Ketiganya tampak hadir saat perayaan HUT Ke-16 Partai Demokrat di kantor DPC Demokrat Pamekasan Minggu (10/9).

Ketiganya mendoakan agar Demokrat kembali meraih kejayaan. Yang paling tegas disampaikan oleh Taufadi. Dia berharap agar Partai Demokrat kembali jaya seperti saat sang pendiri Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, menjadi Presiden RI.

Saat ditanya soal kesiapan berkontestasi di konvensi Demokrat? Taufadi mengaku sangat siap. ”Sangat siap, saya tengah mempersiapkan diri untuk itu,” kata Taufadi.

Sejauh ini, Taufadi sering disebut-sebut akan bergandengan dengan Kholilurrahman. Tetapi, pria asal Sumenep ini enggan untuk menjawabnya secara pasti. Menurutnya, dalam politik semua hal bisa terjadi. ”Kemungkinan iya,” ujarnya singkat.

Ketua DPC Demokrat Pamekasan Hermanto mengaku tidak membeda-bedakan figur yang mendaftar. Dia juga menyebut sudah mengundang seluruh kandidat untuk hadir pada HUT tersebut. Hanya, diperkirakan, dua kandidat lainnya tidak hadir karena berhalangan atau punya kegiatan lain.

”Kami tidak pernah membedakan antara satu figur dengan yang lain. Tapi bagaimana mereka bekerja dan memengaruhi masyarakat,” jelasnya. ”Nanti elektabilitas, popularitas, serta akseptabilitas yang menentukan figur itu diusung atau tidak oleh Demokrat. Nanti kami lakukan survei,” pungkasnya.

(mr/mam/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia