Kamis, 23 Nov 2017
radarmadura
icon featured
Ekonomi Bisnis

Pembinaan Pelaku UKM Tak Merata

Minggu, 10 Sep 2017 14:49 | editor : Abdul Basri

Pembinaan Pelaku UKM Tak Merata

SAMPANG– Perhatian Pemkab Sampang terhadap usaha kecil menengah (UKM) belum maksimal. Terutama dalam memberikan pembinaan. Dari 27.120 UKM, pemkab hanya membina sekitar 1.700. Masih ada sekitar 25.000 UKM yang belum mendapat pembinaan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang Moh. Suhrowardi mengatakan, tidak semua UKM segera mendapat pembinaan. Pembinaan itu bersifat kondisional dan disesuaikan dengan anggaran. ”Kami memberikan pembinaan kepada UKM yang membutuhkan. Bersifat pelatihan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan bantuan modal,” terangnya Sabtu (9/9).

UKM yang telah mendapatkan pembinaan sekitar 1.700. Masih ada ribuan UKM yang belum mendapat pembinaan. Pihaknya memastikan secara bertahap semua akan dibina. ”Kami akan terus berupaya membina semua UKM agar terus aktif, maju, dan berkembang,” katanya.

Suhrowardi memaparkan, setiap tahun sudah dianggarkan untuk pembinaan UKM. Sebanyak 1.700 UKM tersebut merupakan pengajuan dari tenaga konsultan bisnis (TKB) di 14 kecamatan. Juga hasil seleksi serta penilaian sistem pengelolaan dan pemasaran produk. ”Anggaran untuk program pembinaan UKM sekitar Rp 200 juta per kelompok,” terangnya.

Pihaknya belum bisa menjelaskan UKM yang berkembang maupun yang mati suri. Selama ini pihaknya hanya berfokus pada pembinaan dan permodalan. Pendataan merupakan kewenangan badan pusat statistik (BPS). ”Kami tidak memiliki data UKM yang berkembang dan tidak,” ujarnya.

Kasi Distribusi BPS Sampang Irianti menyatakan, pihaknya belum bisa menyebutkan jumlah UKM 2017. Saat ini pihaknya melakukan sensus ekonomi (SE). ”Petugas masih melakukan pendataan dan pencacahan di lapangan. Kemungkinan data valid itu bisa ditentukan pada akhir September,” tuturnya.

Jika berkaca pada hasil SE 2016, jumlah dan perkembangan UKM di 14 kecamatan terbilang cukup siginifikan. Tahun ini kemungkinan bertambah. Terutama di wilayah kota. Sebab, jenis UKM yang ada sangat komplek dan mendukung dengan tingginya daya beli masyarakat. Pihaknya juga mendata jumlah usaha mikro besar (UMB).

”Setiap tahun kami selalu mendata UKM dan UMB yang maju dan berkembang. Dengan begitu, perekonomian masyarakat bisa diketahui dan terus diawasi,” tandasnya.

(mr/nal/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia