Rabu, 20 Sep 2017
radarmadura
Resensi

Berbuat Baik untuk Tingkatkan Kualitas Hidup

Minggu, 10 Sep 2017 08:00 | editor : Abdul Basri

ORANG yang sudah lanjut usia (lansia) seakan sudah tidak memiliki peran dalam kehidupan sehari-hari. Tak dapat dipungkiri, tenaga yang berkurang menjadi salah satu sebab mereka pasif. Sehingga, kadang pola pikir kita menganggap keberadaan lansia hanya menjadi beban hidup bagi yang lain. Padahal tidak demikian. Lansia masih memiliki harapan untuk berperan bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Persoalan usia bukan penghalang untuk melakukan kebaikan-kebaikan bagi kehidupan pribadi dan manusia di sekitar.

Melalui buku ini, Robert akan menyuntikkan motivasi kehidupan bagi kaum lansia ataupun bagi mereka yang masih muda agar merefleksikan dengan memanfaatkan usia sebaik-baiknya. Karena umur manusia hanya berkisar 70 tahun, atau setidaknya 80 tahun jika kuat (hlm. 9). Perlu disadari bahwa di masa tua, lansia melewati hari-hari yang tidak pendek. Hari terasa lebih panjang lagi karena kesibukan berkurang.

Sekiranya para lansia diberi umur lebih panjang lagi, mungkin mereka tak akan mau karena keberadaannya yang sudah diikat waktu dan ketidakberdayaan raga. Satu-satunya jalan yaitu dengan selalu berbagi kasih sayang dan memberi maaf, baik bagi diri sendiri atau orang lain. Begitu hidup para lansia yang harus dilakukan agar tidak sia-sia.

Sementara yang dimaksud berbuah di masa tua yaitu agar mudah untuk berbelas kasih dan memberi ampun atau maaf (hlm. 19). Memang tidak semudah membalik telapak tangan untuk memberi maaf: sangat berat. Namun, jika mampu melakukannya, di sana ada banyak kebaikan yang akan menjadi milik kita. Perlu disadari bahwa kehidupan ini tidak lepas dari kausalitas dan hukum alam. Segala yang kita berikan dengan ikhlas akan memberikan sesuatu lain yang tentunya lebih baik.

Selain kita memang harus menerima kehadiran usia tua, juga harus terpanggil untuk berbagi cinta kasih kepada sesama. Hal urgen yang perlu dilakukan oleh para lansia yaitu menaati perintah Tuhan agar penyakit tak datang (hlm. 31). Kadang suatu penyakit (fisik, sosial, dan budaya) lahir akibat perilaku menyimpang atas perintah Tuhan.

Sementara Tuhan melalui agama menganjurkan manusia pada jalan kebaikan. Hanya manusia yang berpaling dari-Nya akibat ego yang sangat tinggi. Sehingga, perintah atau larangan Tuhan diabaikan. Dari sana, lahir berbagai macam penyakit: penyakit sosial, fisik, hingga budaya.

Membaca buku ini akan mengingatkan diri kita di masa tua. Selain memang di usia tua harus tetap memberi manfaat, setidaknya buku ini akan menjadi sebuah refleksi bagi kaum muda yang kelak juga akan mengalami lansia. Buku ini memang disampaikan dari sudut pandang umat Kristiani, namun nilai-nilai sosial-humanismenya yang perlu dijadikan sebagai bahan pelajaran hidup. Kaum muda harus membaca karya ini, khususnya para lansia untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Selamat membaca! 

JUNAIDI KHAB

Lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya. Editor Penerbit Sulur Yogyakarta.

(mr/*/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia