Selasa, 21 Nov 2017
radarmadura
icon featured
Features

Masjid Jamik Sumenep Juga Jadi Tempat Foto Pranikah

Jumat, 08 Sep 2017 04:00 | editor : Abdul Basri

BERBAHAGIA: Pratu Habib Budi Darmawan dan Fitria Liana Prapti mengambil foto pranikah di depan Masjid Jamik Sumenep Kamis (7/9).

BERBAHAGIA: Pratu Habib Budi Darmawan dan Fitria Liana Prapti mengambil foto pranikah di depan Masjid Jamik Sumenep Kamis (7/9). (MUSTAJI/Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Masjid Jamik Sumenep tidak hanya bermakna sebagai tempat ibadah. Masjid di seberang jalan Taman Adipura itu bernilai sejarah. Bentuk bangunan yang diarsiteki juga Lauw Piango ini juga mengandung seni.

Kabupaten Sumenep memang memiliki berbagai tempat wisata yang unik dan langka. Masjid Jamik misalnya. Masjid yang dibangun sejak 1779 dan selesai 1787 itu sangat indah.

Bentuk arsitektur yang unik dan nilai sejarah yang melekat membuat banyak mata kagum. Kelebihan itu membuat masjid ini sering dijadikan tempat berfoto para pelancong atau warga lokal. Bahkan bukan sekadar foto biasa, masjid di Jalan Trunojoyo itu juga menarik dijadikan tempat foto pranikah (pre wedding).

Foto pranikah sedang banyak diminati saat ini. Yaitu, kegiatan berfoto menggunakan gaun pengantin atau kostum yang diinginkan untuk mengabadikan momen sebelum pernikahan. Sepasang kekasih itu layaknya pengantin.

Seperti dilakukan pasangan Prajurit Satu (Pratu) Habib Budi Darmawan dan Fitria Liana Prapti. Pasangan ini memilih foto pranikah di depan Masjid Jamik Sumenep untuk mengabadikan momen kebersamaan.

Habib merupakan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) sejak 2010. Warga Desa Aengbaja Kenek, Kecamatan Bluto, itu kini bertugas di Kota Pahlawan.

Sementara Fitria adalah seorang wirausahawan. Warga Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, itu melanjutkan bisnis pakaian orang tua.

Pasangan yang sudah bertunangan satu tahun lalu itu akan mengadakan akad nikah Rabu (13/9) mendatang. Karena itu, mereka mengabadikan momen kebersamaan lewat foto prewed.

”Ini kemauan calon istri saya. Tapi kan tidak salah membahagiakan calon istri dengan menuruti maunya,” ungkap Habib sambil tersenyum kepada calon istrinya.

Dalam sesi foto ini Habib mengenakan seragam dinasnya. Seragam kombinasi warna hijau tua, cokelat, dan putih. Khas warna tentara. Sementara Fitri terlihat anggun dengan kebaya biru dengan kombinasi merah muda.

Keduanya asyik mencoba berbagai gaya. Bahkan cuaca terik dan teriakan demonstran di seberang jalan tak membuat mereka terganggu. Teriakan mahasiswa itu mungkin hanya terdengar samar-samar. Atau bahkan tidak terdengar. Maklum sedang berbahagia dan dimabuk cinta.

Tidak ada libur untuk Habib. Tentara yang bertugas di Surabaya itu harus izin kepada komandan untuk pulang sebentar. Setelah sesi foto itu Habib harus langsung bergegas kembali ke tempat dia bertugas. ”Dengan menikah, saya punya tanggung jawab baru,” ucap pemuda kelahiran 21 Juni 1990 itu.

Sebagai prajurit TNI, istri pertama Habib bukan perempuan yang sedang bersamanya itu. Bagi Habib, istri urutan wahid adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pekerjaan.

Sementara Fitria diakui sebagai ”istri kedua”. ”Tanggung jawab saya adalah untuk menjaga keduanya,” ungkap Habib. ”Semoga nanti keluarga kami langgeng dan kokoh seperti masjid ini,” sahut Fitri.

(mr/c9/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia