Sabtu, 25 Nov 2017
radarmadura
icon featured
Features

Awalnya Coba-Coba, Judo Menjadikan Bripda Nadin Juara

Kamis, 07 Sep 2017 05:00 | editor : Abdul Basri

BERPRESTASI: Bripda Nadin Sakinatus Sholichah mengoperasikan komputer di ruang kerjanya, Senin (4/9).

BERPRESTASI: Bripda Nadin Sakinatus Sholichah mengoperasikan komputer di ruang kerjanya, Senin (4/9). (DARUL HAKIM/Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Usia boleh muda. Tapi, prestasi bisa bersaing dengan kaum tua. Kesibukan sebagai polisi tidak menghalangi seseorang untuk menjadi juara.

Sekali daftar anggota Polri langsung diterima. Tempat tugas pertama langsung di Madura. Nadin Sakinatus Sholichah berhasil menggapai cita-cita untuk menjadi polisi wanita (wanita).

Perempuan kelahiran Surabaya, 23 November 1996 itu lulus seleksi Polri pada 2016. Setelah itu mendapat tugas di Polres Sampang. Nadin menjadi polisi memang cita-cita sejak kecil.

Dia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Hartoyo dan Musafaroh. Adik pertamanya, Nur Khofifah Febi Putri, 17, saat ini masih kelas XI SMA. Sementara si bungsu Agista Rahmawati baru berumur sepuluh tahun dan duduk di bangku kelas V SD.

Ayah dan ibu Nadin bukan polisi. Hartoyo merupakan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD). Pendidikan perempuan 21 tahun itu diawali dari SD Hidayatul Ummah Surabaya, lulus 2008. Kemudian lanjut ke SMP Hidayatul Ummah Surabaya hingga lulus pada 2011.

Sebelum mendaftar anggota Polri, dia menamatkan pendidikan di SMK Kesehatan Surabaya. Di sekolah ini dia lulus pada 2014. Sekali mendaftar langsung diterima. Banyak hal yang didapatkan ketika mengikuti masa pendidikan.

Dari dituntut untuk mandiri hingga menjaga badan agar tetap sehat. ”Teman juga bertambah,” kata perempuan yang murah senyum berpangkat brigadir polisi dua (bripda) itu.

Nadin bercita-cita menjadi polisi karena tugas penegak hukum itu menciptakan keamanan. Sementara tugas pokoknya adalah melindungi dan mengayomi masyarakat. ”Tantangan selama jadi polisi nggak ada. Saya saat ini ada di Satreskrim Unit 2 Bidang Ekonomi,” tutur perempuan yang saat itu berkerudung hitam.

Yang paling terkesan menjadi polisi karena mendapat pengetahuan baru. Baik dari segi pelayanan terhadap masyarakat. Tempat tugas juga menuntutnya memahami karakter masyarakat Madura, terutama Sampang.

Di balik pengabdiannya sebagai anggota Polri, Bripda Nadin memiliki kelebihan lain. Dia mempunyai hobi seni bela diri judo. Hobi ini yang mengantarkan perempuan single ini mendapat gelar juara.

”Awalnya takut karena ekstrem kelihatannya. Dari tantangan itu saya mulai menyukai. Hingga sekarang dan bisa meraih juara di tingkat nasional,” paparnya.

Tahun lalu, dia berhasil meraih medali perunggu Kapolri Cup perorangan kelas -63 kilogram. Prestasi itu dipertahankan hingga tahun ini. Tahun ini dia kembali meraih medali perunggu perorangan Kapolri Cup kelas -63 kilogram. Sedangkan medali perak diraih dari kategori beregu. Tahun ini pula dia berhasil menyabet medali emas Kejurprov kelas -70 kilogram.

Menurut Nadin, untuk menjadi juara tidak mudah. Harus banyak latihan dan mengembangkan berbagai trik. Yang tak kalah penting adalah fisik harus tetap fit.

”Saya latihan sepekan enam hari. Dari Senin–Jumat latihan pagi, siang, dan malam. Cuma hari Sabtu yang latihannya hanya pagi hari,” jelasnya.

Guna memperoleh hasil optimal, latihan tidak hanya dilakukan di atas matras. Juga harus di lapangan terbuka. Prestasi paling berkesan ketika memperoleh penghargaan kejurprov kelas -70 kg. ”Saya memperoleh juara I. Biasanya yang saya ikuti kan -63 kg,” ujarnya.

Karena prestasi yang diraih itu, Nadin mendapat apresiasi dari atasan. Dia diminta mempertahankan. Namun, tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri tidak dinomorduakan.

”Saya ada rencana buka klub kecil-kecilan karena judo di Madura minim. Setahu saya hanya di Sumenep. Saya ingin menyalurkan bakat supaya ketika latihan tidak sendiri dan bolak-balik Surabaya,” kata perempuan yang tinggal di asrama polisi (aspol) itu.

Karena itu, Nadin harus pandai-pandai mengatur waktu di sela kesibukan. Selain itu, harus bisa menjaga stamina tubuh agar jika ada pertandingan tidak terlalu lemah. Keinginan yang belum diraih adalah mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON).

Hobi yang dijalani itu mendapat respons positif dan dukungan penuh dari keluarga. Judo menjadi bagian dari hidupnya sejak SMA. Awalnya hanya coba-coba. Tapi, semakin lama semakin ingin mendalami. Jadilah hobi dan meraih prestasi.

Nadin berpesan kepada kaum hawa agar pintar menjaga diri. Jangan mudah terpengaruh ajakan yang kurang baik dan tidak mendidik. Lebih baik berlomba-lomba untuk mengukir sejarah demi diri dan bangsa tercinta.

”Keinginan menikah ada. Cuma masih fokus ke profesi dulu. Bela diri judo saya tularkan pada adik. Saat ini satu klub sama saya di Cendana Judo Club Surabaya,” tandasnya.

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia