Sabtu, 21 Oct 2017
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Bandar Narkoba Kepulauan Sumenep Berhasil Lolos

Minggu, 13 Aug 2017 15:13 | editor : Abdul Basri

TERTANGKAP: Empat remaja menunjukkan barang bukti penggunaan narkoba setelah diringkus polisi di Pulau Kangean, Sumenep, Jumat malam (11/8).

TERTANGKAP: Empat remaja menunjukkan barang bukti penggunaan narkoba setelah diringkus polisi di Pulau Kangean, Sumenep, Jumat malam (11/8). (POLRES FOR Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Peredaran narkoba di kepulauan mulai terungkap. Polsek Kangayan, Sumenep, menangkap empat tersangka pengguna narkoba, Jumat malam (11/8). Diduga, mereka merupakan salah satu jaringan peredaran narkoba di kepulauan.

Pengungkapan peredaran narkoba tersebut berawal saat Polsek Kangayan meringkus Nur Mufleh Harun, 25, warga Dusun Kolah, Desa Sawahsumur, Kecamatan Arjasa, Sumenep. Dia diringkus setelah polisi melakukan penyelidikan terhadap laporan masyarakat di Dusun Bantilan, Desa Daandung, Kecamatan Kangayan.

Polisi mengamankan barang bukti sabu-sabu yang disimpan di dalam bungkus rokok seberat 0,80 gram. Selain itu, polisi mengamankan barang bukti motor Vario nomor polisi M 3329 WK dan satu buah handphone merk Samsung. Selanjutnya tersangka di gelandang ke mapolsek.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku mendapatkan sabu-sabu dari temannya Moh. Sari, warga Desa Angon-Angon, Kecamatan Arjasa. Polisi melakukan penangkapan terhadap Moh. Sari sekitar pukul 22.00 di Desa Kalikatak, Kecamatan Arjasa. Polisi berhasil menemukan timbangan elektrik untuk menimbang narkoba jenis sabu-sabu di saku celana kanan tersangka. Tersangka digelandang ke mapolsek untuk dilakukan pemeriksaan.

Selain itu, polisi mengamankan barang bukti motor Honda Beat nomor polisi W 3585 AQ. Polisi sempat menggeledah rumah tersangka namun nihil. Selanjutnya, polisi melakukan pengembangan dan terungkap nama Musanni, warga Desa Duko, Kecamatan Arjasa. Tersangka Moh. Sari mengaku membeli sabu-sabu dari Musanni alias Ebol seharga Rp 750 ribu.

Kapolsek Kangayan Ipda Agus Sugito memimpin operasi penangkapan terhadap Muzanni pada pukul 22.15. Tersangka diringkus di rumahnya. Diduga tersangka baru selesai menggunakan barang haram sabu-sabu. Polisi menemukan seperangkat alat isap.

Tersangka Muzanni membeli sabu-sabu kepada temannya atas nama Muarip, warga Desa Sumbernangka, Kecamatan Arjasa. Polisi berusaha memancing Muarip dengan menyuruh Musanni berpura-pura membeli sabu-sabu.

Namun Muarip menyuruh laki-laki bernama Sarip mengantarkan sabu-sabu ke rumah Musanni sekitar pukul 22.40. Polisi menangkap Sarip. Tersangka Sarip digeledah dan ditemukan dua poket narkoba sabu-sabu di saku celana sebelah kanan. Dia mengaku disuruh Muarip mengantarkan sabu-sabu ke rumah Musanni dengan imbalan Rp 50 ribu. Sementara Muarip berhasil melarikan diri dari kejaran polisi.

Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora mengaku, pihaknya melakukan pengejaran terhadap tersangka Muarip. Sementara empat tersangka yang berhasil diamankan terus dilakukan pemeriksaan. ”Kami terus mencari keberadaan Muarip. Diduga dia adalah salah satu bandar,” ucapnya.

Peredaran narkoba tersebut dilaporkan masyarakat 7 Agustus lalu. Polisi melakukan penyelidikan dan pada Jumat malam para tersangka berhasil ditangkap. ”Kami akan terus melakukan pengembangan penyelidikan. Empat tersangka terus kami periksa,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya, empat tersangka meringkuk di balik jeruji besi. Mereka masih menjalani pemeriksaan. Mereka diancam pasal 114 ayat (1) subs Pasal 112 (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

(mr/fat/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia