Selasa, 23 Jan 2018
radarmadura
Sampang

Bibi Gorok Leher Keponakan di Musala

Senin, 19 Jun 2017 13:24

Bibi Gorok Leher Keponakan di Musala

JANGAN DITIRU: Sri Kartika yang diduga menghabisi nyawa keponakannya sendiri. (KASATRESKRIM FOR Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Tragis. Keheningan warga saat melaksanakan salat Subuh terkoyak. Seorang anak di Dusun Trogan, Desa Buker, Kecamatan Jrengik, Sampang, mati mengenaskan. Dia mengembuskan napas terakhir di tangan bibinya sendiri.

 

Insiden itu terjadi di Musala Darul Hafid milik H Husnul sekitar pukul 04.45 Minggu (18/6). Selama Ramadan musala tersebut memang ramai karena menjadi tempat ibadah dan tadarus warga. Pada saat itu, Muhammad Andi, 8, juga melaksanakan salat Subuh. Bocah yang masih duduk di bangku SD itu berada di barisan paling belakang.

Seusai salat Subuh dan doa berlangsung, muncul Sri Kartika dari belakang. Perempuan 30 tahun itu langsung menggorok leher Muhammad Andi dengan pisau dapur. Sontak korban berteriak.

Mengetahui hal tersebut H Husnul menendang pelaku dan menolong korban. Sedangkan Muhammad Hariyadi merampas pisau dari tangan pelaku. Korban langsung dilarikan ke puskesmas. Sayang, belum sampai di puskesmas, korban mengembuskan napas terakhir. ”Korban meninggal dalam perjalanan menuju puskesmas,” tutur Jihad, 30, warga setempat.

Pria bertubuh tinggi itu mengungkapkan, pelaku merupakan bibi korban. Dia tidak mengetahui secara pasti motif pembunuhan tersebut. ”Pelaku memang mengalami gangguan jiwa,” terangnya.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto menjelaskan, mendengar informasi tersebut Anggota Polsek Jrengik langsung mendatangi TKP. ”Pelaku sudah kami amankan di Mapolsek Jrengik. Korban dibawa ke puskesmas untuk diotopsi. Korban mengalami luka sayat di leher kanan sepanjang 15 cm dan dalam 5 cm,” jelasnya.

Hery menambahkan, pihaknya mengamankan sebilah pisau dapur, baju, dan celana korban sebagai barang bukti (BB). Saat ini masih dalam proses pengembangan dengan memeriksa saksi. ”Pelaku diamankan setelah kejadian 30 menit. Selain itu, pelaku mau dibawa ke RS jiwa Surabaya untuk mengetahui kejiwaannya,” tandasnya. (rul/luq)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia