Selasa, 23 Jan 2018
radarmadura
Sampang

Poligami Dominasi Penyebab PNS Cerai

Selasa, 20 Jun 2017 00:40

Poligami Dominasi Penyebab PNS Cerai

RAMAI: Warga keluar dari ruang sidang kantor Pengadilan Agama Sampang, Senin (19/6). (ZAINAL ABIDIN/Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Kasus perceraian di kalangan pegawai negri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Sampang seakan menjadi hal biasa. Sejak Januari–Mei 2017, tercatat 32 PNS mengajukan gugatan cerai kepada pasangannya di Pengadilan Agama (PA) Sampang. Setiap bulan kurang lebih enam PNS mengajukan perceraian.

Ketua PA Sampang Rohmad Ariadi menjelaskan, kasus perceraian di kalangan PNS tahun ini meningkat. Pada 2016, PA menangani 20 kasus PNS yang cerai gugat. ”Kasus cerai PNS mengalami peningkatan kurang lebih 12 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu,” katanya.

Terhitung mulai Januari–Mei, PA menangani 32 perkara perceraian PNS. Dari jumlah tersebut, hanya 17 perkara yang mendapat restu dan izin pemkab. Sementara sisanya dalam proses pengkajian. ”Kami selalu mengupayakan mediasi agar mereka tidak jadi cerai. Tapi, rata-rata kedua pasangan sudah memilih bercerai,” ujarnya.

Menurut dia, faktor yang mendorong PNS mengajukan perceraian adalah tidak ada keharmonisan. Juga, tidak ada kecocokan dan permasalahan ekonomi rumah tangga. ”Faktor poligami paling dominan sehingga sulit dimediasi,” sebut dia.

Sebenarnya, proses perizinan cerai PNS sangat sulit. Tidak seperti dari masyarakat umum yang relatif mudah. Persyaratan PNS jika mau cerai harus ada surat rekomendasi dari dinas tempat bertugas.

Plt Bupati Sampang Fadhilah Budiono menyayangkan maraknya kasus perceraian di kalangan PNS. Dia meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tidak mudah memberikan izin atau rekomendasi bagi PNS yang mau cerai. ”Kalau bisa diusahakan dengan jalan perdamaian,” sarannya. (c8/hud/luq)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia