Selasa, 23 Jan 2018
radarmadura
Pamekasan

Golkar Usung Kader Internal, Taufadi Tunggu Restu Kiai

Selasa, 20 Jun 2017 00:30

Golkar Usung Kader Internal, Taufadi Tunggu Restu Kiai

()

PAMEKASAN – Jelang pelaksanaan Pilkada 2018, atmosfer politik di Pamekasan kian dinamis. Partai Golkar yang selama ini diam memastikan diri untuk mengusung kader internal. Sedangkan Taufadi terus bergerilya politik meskipun masih menunggu restu kiai.

Di Golkar sudah ada beberapa nama yang digadang-gadang menjadi calon kepala daerah Pamekasan 2018–2023. Di antaranya, wakil bupati dua periode 2003–2013 Kadarisman Sastrodiwirjo, mantan Ketua DPD Golkar Pamekasan Boy Suhari Sajidin, dan Ketua DPD Golkar Pamekasan Rize Ikhwan Muttaqin.

Tetapi, sampai saat ini partai berlambang pohon beringin itu belum memutuskan siapa yang akan diusung. Sebab menurut Rize Ikhwan Muttaqin, ada mekanisme dalam menentukan calon kepala daerah. ”Kami akan melakukan survei elektabilitas kader,” ujar Rize Ikhwan Muttaqin saat ditemui di kantor DPRD Pamekasan Senin (19/6).

Menurut pria yang akrab disapa Wawan itu, rencana Golkar mengusung kader sendiri karena mendapat perintah dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Saat melakukan kunjungan ke Pamekasan pada Minggu (18/6), Ketua Bidang Pembangunan Daerah dan Pedesaan DPP Golkar Zainudin Amali meminta partainya memprioritaskan kader internal.

”Kami memiliki empat kursi di DPRD. Tentu kami butuh koalisi agar bisa maju dalam Pilkada 2018,” tegasnya.

Karena itulah pihaknya akan terus melakukan komunikasi politik dengan partai-partai lain. Termasuk dengan tim kandidat yang sudah menyatakan akan maju pada Pilkada 2018. Misalnya dengan KH. Kholilurrahman, Batrut Tamam, dan Halili Yasin yang selama ini disebut-sebut bakal maju dalam Pilkada Pamekasan tahun depan.

Khusus untuk Kholilurrahman, Golkar memang memiliki perjalanan yang cukup harmonis. Pada Pilkada 2008, Golkar mengusung Kholilurrahman bersanding dengan Kadarisman Sastrodiwirjo. Saat itu, pasangan ini memenangkan pilkada.

Kemudian pada Pilkada 2013, Golkar kembali mendukung Kholilurrahman maju menjadi calon bupati. Namun, kala itu Kholilurrahman gagal. ”Untuk 2018 belum tahu apakah akan mengusung Kholilurrahman atau tidak. Sebab, keputusan ada di DPP,” paparnya.

Di tempat terpisah, Taufadi yang sudah mendeklarasikan diri maju dalam Pilkada 2018 mengaku terus melakukan gerilya politik. Sebagai pendatang baru di dunia politik, dia sadar butuh kerja ekstra. Dia mengklaim selama ini elektabilitas dirinya terus meningkat.

Meski sudah berkomitmen maju, dia masih menunggu restu kiai. Sebab, restu kiai sangat penting guna membangun Pamekasan yang lebih baik dan religius. Karena itu, selama ini dia bersama tim Tretan Taufadi terus bergerak dari satu pesantren ke pesantren lainnya.

”Sampai saat ini saya terus sowan kepada beliau-beliau, terutama kiai pilar Pamekasan. Alhamdulillah, beliau-beliau menerima saya. Maaf ya bukan mendukung saya, tapi menerima saya,” ucap Taufadi.

Ditanya apabila tidak didukung kiai, dia akan berpikir ulang untuk maju. Sebab, politik di Pamekasan harus mengedepankan marwah dan menghormati guru atau kiai. ”Jadi, beliau-beliau  (para kiai, Red) jangan dikesampingkan,” ujarnya. (mam/hud/luq)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia