Selasa, 23 Jan 2018
radarmadura
Sumenep

Warga Minta Polisi Usut Otak Pencurian Pak Haji Tewas Dimassa

Senin, 19 Jun 2017 21:21

 Warga Minta Polisi Usut Otak Pencurian Pak Haji Tewas Dimassa

JADI TONTONAN: Warga melihat H Umar Fadil yang diikat di pohon di Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Minggu dini hari (18/6). (ABD. MUKSIDYANTO/Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Peristiwa main hakim sendiri terhadap warga yang diduga sebagai pencuri menyita perhatian banyak pihak. Ketika massa mengamuk, H Umar Fadil mengaku disuruh warga berisial PN. Karena itu, dia berani masuk rumah Kamaludin.

PN, warga Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek, itu disebut menyuruh pelaku mencuri hingga tewas dimassa. Pengakuan itu muncul saat pria bertitel haji asal Desa Tamansare tersebut ditangkap ramai-ramai Minggu dini hari (18/6). Pada malam itu, PN yang masih tetangga korban menghilang dari rumah setelah dilurug massa.

(Baca: Masuk Rumah Orang Malam-Malam, Pak Haji Tewas Dimassa)

Warga meminta polisi meluruskan rumor yang berkembang di masyarakat itu. Apabila benar, PN harus diproses secara hukum. ”Jika dibiarkan tidak ditangkap, berarti ada permainan. Ini berpotensi akan marak lagi pencurian di desa kami,” kata DH, warga Lapa Taman, Senin (19/6).

Menurut dia, tidak mungkin pelaku tiba-tiba datang ke desanya jika tidak ada yang memfasilitasi. Sebab, rumah Haji Umar di Desa Tamansare. Karena itu, tokang tonju’ dalam kasus tersebut perlu diungkap.

”Polisi harus menindaklanjuti. Aktor harus ditangkap. Jangan biarkan bebas berkeliaran,” ucap dia.

Sementara itu, Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Suwardi menyarankan masyarakat melapor. Terutama, saksi yang mendengar langsung bahwa H Umar Fadil memang disuruh PN mencuri ke rumah korban. ”Kalau cuma berdasarkan katanya-katanya masak bisa diajukan ke proses hukum. Nanti malah polisi salah tangkap. Maka, harus ada warga yang siap bersaksi melapor ke polisi,” katanya.

Seperti diberitakan, sebulan terakhir ini pencurian di Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek, Sumenep, marak. Hal itu membuat warga rajin menggelar ronda malam. Hasilnya, Minggu dini hari (18/6) H Umar Fadil, 48, warga Desa Tamansare, ditangkap.

Pria yang tiga kali masuk penjara itu ditangkap karena diduga menyatroni rumah Kamaludin, warga Dusun Tengah, Desa Lapa Taman. Dia pun menjadi bulan-bulanan massa hingga tewas. Dia mengalami luka parah di kepala bagian belakang. Sebelum mengembuskan napas terakhir, dia mengaku disuruh PN untuk beraksi di rumah Kamaludin. (sid/luq)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia