Sabtu, 20 Jan 2018
radarmadura
Sampang

Pedagang Pasar Srimangunan Ungkap Jaringan Listrik Liar

Senin, 19 Jun 2017 13:24

Pedagang Pasar Srimangunan Ungkap Jaringan Listrik Liar

MENUNGGU PEMBELI: Seorang pedagang mendata barang dagangan di Pasar Srimangunan, Kota Sampang, Minggu (18/6). (ZAINAL ABIDIN/Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Pedagang di Pasar Srimangunan mengeluhkan banyaknya pemasangan jaringan listrik liar. Mereka khawatir kondisi tersebut tidak hanya menurunkan voltase. Tapi, juga bisa menimbulkan korsleting yang dapat memicu kebakaran.

 

Masnunah, 45, pedagang kain, menuturkan, kebakaran Pasar Tamberu beberapa waktu lalu menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran. Sebab, faktor utama penyebab kebakaran adalah korsleting kabel listrik. ”Kami takut dan kepikiran. Apalagi di sini banyak terpasang aliran listrik liar tanpa pengawasan pengelola pasar,” ucapnya Minggu (18/6).

Menurut dia, pemasangan jaringan listrik liar sudah lama. Umumnya digunakan pedagang yang tidak memiliki kios. Pemasangan dilakukan dengan tidak beraturan. ”Kabelnya bergelantungan dan tidak tertata rapi. Padahal, itu sangat berbahaya,” katanya.

Dia berharap disperdagprin segera bertindak untuk mengatasi kondisi tersebut. Sebelum terjadi kebakaran, perlu diantisipasi agar pedagang tenang dan aman. ”Antisipasi sejak dini perlu untuk meminimalkan peristiwa yang tak diinginkan,” pintanya.

Selama ini perwakilan pedagang beberapa kali melapor kepada pengelola pasar. Mereka meminta aliran listrik liar lebih diawasi. ”Karena kalau lampu di semua kios padam, lampu milik mereka tetap hidup meski tak menggunakan genset. Kami curiga ini ada permainan antara pihak pasar dengan onkum,” tututnya.

Kepala Pasar Srimangunan Sampang Misnaki Suroso membantah adanya pemasangan aliran listrik liar. Selama ini semua pemasangan instalasi listrik tertata dengan baik. Diakui, hingga saat ini keberadaan kabel masih bergelantungan. ”Kami selalu berkoordinasi dengan PLN dalam mengawasi aliran listrik di dalam pasar,” ujarnya.

Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono mengaku banyak mendapat laporan terkait pemasangan aliran listrik liar dan sering terjadinya pemadaman lampu kios. Pihaknya berjanji akan menyisir semua kios dan lapak pedagang. ”Insya Allah sidak akan kami laksanakan dalam minggu ini,” terangnya.

Jika terbukti ada temuan pemasangan dan pencurian aliran listrik, sementara pihaknya bakal memberikan teguran dan meminta agar tidak diulangi lagi. Tindakan tersebut tidak hanya merugikan pemerintah. Tapi juga sangat berbahaya. ”Kalau masih tetap melanggar, kami akan bertindak tegas dengan memutus sambungan listrik secara langsung,” pungkasnya. (c8/luq)

 

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia