Sabtu, 20 Jan 2018
radarmadura
Bangkalan

Enam Kecamatan di Bangkalan Masuk Wilayah Tertinggal

Senin, 19 Jun 2017 04:16

Enam Kecamatan di Bangkalan Masuk Wilayah Tertinggal

()

BANGKALAN – Di Bangkalan ada enam kecamatan yang ditetapkan masuk wilayah tertinggal. Itu menjadi catatan khusus badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda). Sebab, kondisi tersebut juga menjadi pemicu Kota Salak masih berpredikat kabupaten tertinggal di Jawa Timur.

Enam kecamatan tersebut yakni Tragah, Modung, Blega, Konang, Kokop, dan Kecamatan Geger. Itu disampaikan Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Bangkalan, Nasroedin Minggu (18/6).

Menurut dia, enam kecamatan tertinggal itu sesuai dengan data di lembaganya. ”Data itu tidak ada dasar hukumnya. Minimal perda lah, Tapi, itu tidak ada. Bahkan, sebelum saya di bappeda, enam kecamatan masuk wilayah tertinggal itu sudah ada,” ungkapnya kemarin.

Ditetapkannya enam kecamatan itu masuk wilayah tertinggal sesuai dengan salah satu indikatornya. Misalnya, berkenaan dengan infrastruktur dasar seperti pendidikan dasar, listrik, air bersih, aksesibilitas, dan sumber daya manusia. Permasalahan itu ada di enam kecamatan tersebut.

”Ya, tidak jauh berbeda dengan kriteria yang ditetapkan presiden. Enam kecamatan itu masuk di antaranya,” ujarnya.

Pihaknya berkomitmen untuk terus memaksimalkan program menuju Bangkalan lebih baik. Dia tidak ingin di 2019, Bangkalan masih belum lepas dari predikat daerah tertinggal. ”Yang akan ditekankan, perihal pelayanan dasar dan pendidikan dasar. Sebab itu penting, guna kemajuan suatu daerah,” terangnya.

Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir mengaku pesimistis Kota Salak akan berubah. Sebab, kondisi pemerintahannya belum mau berbenah. Banyak hal-hal yang menjadi usulan legislatif tidak diindahkan.

”Bukti riilnya seperti soal plotting anggaran untuk infrastruktur. Kalau begitu, kapan mau maju. Pokoknya, sulitlah Bangkalan akan seperti daerah lain,” tandasnya. (daf/onk/luq)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia