Sabtu, 20 Jan 2018
radarmadura
Pamekasan

Halili di Atas Angin, Calon Bupati dari PPP

Senin, 19 Jun 2017 04:09

 Halili di Atas Angin, Calon Bupati dari PPP

Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin (IMAM S. ARIZAL/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memang belum memutuskan siapa calon bupati yang akan diusung dalam Pilkada Pamekasan 2018. Tetapi santer dikabarkan, partai berlambang Kakbah itu bakal mengusung Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin. Adik kandung Bupati Achmad Syafii itu disebut-sebut telah mendapat restu dari ulama di PPP.

 

Munculnya nama Halili tidaklah mengejutkan. Apalagi, Wakil Sekjen DPP PPP Ahmad Baidowi berkali-kali menyebut nama Halili dalam daftar calon bupati Pamekasan. Misalnya saat menggelar jumpa pers di kantor DPC PPP Pamekasan di Jalan Bonorogo, Minggu (18/6).

Menurut Baidowi, ada empat figur yang masuk radar DPP PPP dalam bursa calon bupati Pamekasan. Yakni, Ketua DPRD Halili Yasin, Wakil Bupati Khalil Asy’ari, Ketua DPC PPP KH Mundzir Kholil, dan mantan Sekretaris DPC PPP Wazirul Jihad. ”Nama Wazirul Jihad muncul dari kalangan aktivis,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Baidowi menegaskan bahwa PPP komitmen mengusung calon bupati. Alasannya, PPP merupakan partai pemenang Pemilu 2014 di Pamekasan dengan perolehan 9 kursi. ”Sampai detik ini PPP belum berpikiran maju untuk kursi nomor dua,” tegas alumnus UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta itu.

Dari empat nama di atas, Halili Yasin saat ini terbilang di atas angin. Sebab kandidat lainnya kurang gereget. Seperti Khalil Asy’ari yang selalu mengatakan belum melakukan istikharah saat ditanya kesiapan maju pada Pilkada 2018. Sementara Wazirul Jihad dan Mundzir Kholil dinilai sebagai pelengkap.

Bahkan sudah ada kabar bahwa para ulama PPP merestui Halili Yasin sebagai calon bupati Pamekasan. Tetapi menurut Baidowi, sampai saat ini partainya belum menentukan siapa kandidat yang akan diusung. ”Sampai saat ini DPP PPP belum mengeluarkan rekomendasi kepada siapa pun,” tegasnya.

Sementara itu, saat disebut sebagai calon bupati, KH Mundzir Kholil hanya tersenyum. Dia tidak begitu peduli namanya masuk bursa. ”Itu kalau berkenan lho ya. Catat dan beri garis bawah, kalau berkenan dicalonkan,” ujarnya sembari tertawa. (mam/hud/luq)

 

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia