Selasa, 23 Jan 2018
radarmadura
Pamekasan

Ainur Ridho, Santri Maktuba Juara Kompetisi Bahasa Mandarin Nasional

Senin, 19 Jun 2017 04:08

Ainur Ridho, Santri Maktuba Juara Kompetisi Bahasa Mandarin Nasional

MEMBANGGAKAN: Santri Pondok Pesantren Nubdzatul Bayan Al-Majidiyah Ainur Ridho menerima penghargaan di Jakarta, Sabtu (17/6). (AL-MAJIDIYAH FOR Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Dari pesantren lahir generasi berprestasi. Bahkan menjadi yang terbaik di pentas nasional. Seperti ditunjukkan Ainur Ridho, santri Maktab Nubdzatul Bayan (Maktuba) Al-Majidiyah. Dia juara satu kompetisi Bahasa Mandarin se-Indonesia.

 

Sabtu (17/6) menjadi hari bahagia bagi keluarga besar Pondok Pesantren Nubdzatul Bayan Al-Majidiyah. Salah seorang santri terbaiknya, Ainur Ridho, dinobatkan sebagai juara satu kompetisi Bahasa Mandarin ”Chinese Bridge” Internasional se-Indonesia.

Kompetisi itu diselenggarakan Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Jakarta dan Pusat Pengembangan Bahasa Mandarin Universitas Al Azhar Jakarta. Kompetisi berlangsung di Hotel Sunlake, Jakarta pada 16–17 Juni 2017.

Bukan hanya Ainur Ridho yang mendapat penghargaan. Ihya Ulumuddin, B.Ed., selaku guru mata pelajaran keterampilan bahasa asing SMA Al-Majidiyah juga dinobatkan sebagai guru pembimbing bahasa Mandarin terbaik.

Raihan itu menambah kesempurnaan kebahagiaan pesantren yang dikenal dengan Pondok Kecil tersebut. Kompetisi Chinese Bridge diikuti siswa SMA sederajat se-Indonesia.

Ainur Ridho ikut lomba tersebut sebagai delegasi SMA Al-Majidiyah. Berkat doa dari para guru dan pengasuh, santri kalem itu mampu menjadi yang terbaik di tingkat nasional. ”Alhamdulillah, siswa kami juara satu lomba bahasa Mandarin,” ujar Kepala SMA Al-Majidiyah Ach. Ruslan Dimyaty, M.Pd.I.

Ada tiga materi yang diperlombakan dalam kompetisi Chinese Bridge. Yakni, tes tulis bahasa Mandarin, pidato bahasa Mandarin, dan keterampilan khas Mandarin. Dalam kesempatan itu, Ainur Ridho menampilkan keterampilan memainkan ruyung khas Bruce Lee, salah satu legenda kungfu negeri Tirai Bambu.

”Ainur Ridho mampu menyisihkan 28 peserta dari masing-masing provinsi berbeda dari seluruh Indonesia,” tambahnya.

Ketua Pengurus Maktuba Ustad Allamul Ulya mengungkapkan, di pesantrennya memang diajarkan bahasa Mandarin. Sebagai bagian dari pesantren, pihaknya mengaku bangga dan senang. Dia berharap prestasi yang diraih Ainur Ridho bisa memberi motivasi bagi santri-santri yang lain.

”Semoga prestasi ini menjadi barokah, baik bagi dirinya, pesantren, dan seluruh masyarakat. Kami ucapkan terima kasih karena telah mengharumkan nama Pondok Pesantren Al-Majidiyah di tingkat nasional,” ucapnya. (mam/hud/luq)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia