Sabtu, 20 Jan 2018
radarmadura
Bangkalan

Puluhan Warga Bangkalan Terkena Kanker Serviks

Minggu, 18 Jun 2017 18:40

Puluhan Warga Bangkalan Terkena Kanker Serviks

()

BANGKALAN – Penderita kanker serviks di Bangkalan relatif tinggi. Hampir saban tahun ada warga Kota Salak yang terjangkit penyakit mematikan tersebut. Pada 2016, penderita mencapai 60 orang. Sementara tahun ini mulai Januari–Mei penderita berjumlah 30 orang.

 

Wakil Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan Nunuk Kristiani mengatakan, penyakit mematikan itu masih bisa dicegah. ”Sekarang ada vaksin kanker serviks. Meski vaksin tidak membuat risiko kanker serviks menjadi nol, akan menurunkan kejadian kanker serviks,” terangnya Sabtu (17/6).

Namun, dia mengakui penyakit tersebut sulit diobati. Bahkan, bisa mengakibatkan kematian. Ada beberapa penyebab seseorang terjangkit kanker serviks. Di antaranya, pola makan tidak sehat dan hubungan seks bebas seperti gonta-ganti pasangan. Selain itu, terjadi infeksi human papilloma virus (HPV).

Namun, tidak semua perempuan yang terinfeksi HPV risiko tinggi akan mengidap kanker serviks. Ada yang tereliminasi oleh sistem daya tahan tubuh. Menurut Nunuk, terdapat belasan HPV risiko tinggi. Yakni, HPV 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, dan 68. Namun, yang berisiko tinggi mengakibatkan kanker serviks HPV 16 dan 18.

Apalagi, terang dia, penyakit itu ditemukan sejak awal. Kemungkinan sembuh sangat besar. Namun, harus rutin dilakukan screening melalui pemeriksaan pap smear. ”Paling tidak 3 tahun setelah melakukan hubungan seks. Wanita berkewajiban melakukan pap smear rutin. Kewajiban pap smear rutin dianjurkan sampai usia 65 tahun,” ucapnya.

 Pemeriksaan pap smear bisa dilakukan di puskesmas, dokter umum, spesialis, dan fasilitas kesehatan lainnya. Bila tidak ada fasilitas pap smear, dapat dilakukan pemeriksaan IVA (inspeksi visual dengan asam asetat). Tujuan screening rutin adalah mendeteksi awal sebelum terjadi kanker serviks.

Namun, apabila pap smear dikombinasi dengan tes HPV, screening dapat dilakukan dengan interval lebih panjang. Menurut dia, perempuan yang terdeteksi masih dalam tahap prakanker sebaiknya secepatnya dilakukan pengobatan. Sebab, tingkat kesembuhan masih tinggi tanpa harus melakukan kemoterapi dan radiasi.

Penanganan tahap prakanker bergantung pada derajatnya. Namun, jika sudah terjangkit kanker serviks, sangat dianjurkan melakukan vaksinasi dengan vaksin HPV. Pemberian vaksin bisa dilakukan dua bulan sekali. Tujuannya, memberikan proteksi terhadap infeksi virus HPV risiko tinggi.

 Selain itu, rutin melakukan screening melalui pemeriksaan pap smear. Namun, harga satu vaksin HPV sekitar Rp 800 ribu. ”Kanker serviks bisa dicegah. Jika sudah terjangkit masih bisa disembuhkan bila belum stadium lanjut. Kalau sudah stadium lanjut sulit untuk disembuhkan,” paparnya.

Nunuk menambahkan, dirinya sudah berupaya melakukan pencegahan kanker serviks di Kota Salak. Di antaranya, melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat bisa mengetahui. Sosialisasi itu dilakukan melalui penyuluhan cara pencegahan dan deteksi dini penyakit tersebut.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Moh. Holifi mengaku miris tiap tahun ada warga yang terjangkit kanker serviks. Menurut dia, penderitanya tergolong banyak. Dia meminta pihak rumah sakit gencar melakukan sosialisasi dan penyuluhan. Dengan begitu, masyarakat paham akan pencegahan penyakit itu. (bam/han/luq)

 

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia