Rabu, 24 Jan 2018
radarmadura
Sampang

Pedagang Minta Usut Kebakaran Pasar Tamberu

Senin, 12 Jun 2017 13:21

Pedagang Minta Usut Kebakaran Pasar Tamberu

HANGUS: Warga melihat puing-puing bangunan kios Pasar Tamberu yang terbakar kali pertama. (RUSYDI ZAIN/Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Delapan kios di Pasar Tanberu, Kecamatan Sokobanah, Sampang, tinggal puing. Pedagang pun mulai bersuara mengenai penyebab api mengamuk pada Jumat (9/6). Selain korsleting listrik, muncul dugaan unsur kesengajaan.

Hamidah, seorang pedagang di pasar itu mengatakan, api berasal dari tumpukan sampah. Perempuan 40 tahun asal Desa Tamberu Daya menduga sampah itu sengaja dibakar pedagang berinisial AL. Tumpukan sampah itu berada di belakang kios yang kali pertama terbakar.

”Bukan korsleting listrik, tapi karena sampah yang dibakar. Tak ayal, api menyulut ke kabel di atas tumpukan sampah itu,” katanya Minggu (11/6).

(Baca: Pasar Tamberu Ludes Terbakar)

Menurut dia, dugaan itu diperkuat dengan pengakuan seseorang yang melihat AL dengan istrinya meminta air ke salah satu kamar mandi milik pedagang. ”Tapi tidak berteriak kebakaran,” ucapnya.

Selama ini AL memang dikenal sering membakar sampah di pasar. Beberapa kali ditegur oleh pedagang. ”Barang dagangan di toko saya yang terbakar jika diuangkan lebih kurang Rp 800 juta karena saya baru kulakan barang,” ungkapnya.

Dia mengaku sudah memberitahukan dugaan itu kepada kepala pasar. Karena itu, Hamidah berharap Pemkab Sampang mengusut penyebab kebakaran tersebut. ”Saya harap ini diusut. Saya rugi banyak,” harapnya.

Kepala Pasar Tamberu Muhammad Ruji membenarkan isu AL yang disebut-sebut menjadi penyebab kebakaran. Namun, setelah dikroscek, ternyata dugaan itu tidak benar. Versi pengelola pasar, AL merupakan seorang yang pertama meminta air ke toko milik pedagang bernama Sus.

Saat itu Sus berada di dalam kamar mandi. Setelah keluar, Sus berteriak dan menyebut nama AL. ”Pengakuan AL, saat minta air itu api sudah besar dan dia berniat untuk memadamkan,” terangnya.

Karena itu, dia bersikukuh bahwa api kali pertama muncul dari kabel. Kemudian turun ke kios. Kasus kebakaran ini sudah ditangani pemkab. Pihaknya juga akan terus mendalami dan menyelidiki penyebab kebakaran dengan meminta keterangan pedagang.

”Korban yang alami kerugian paling besar memang Hamidah karena tokonya tempat kulakan pedagang lain. Total ada 47 kios. Yang terbakar delapan kios,” ungkapnya. (rus/luq)

 

 

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia