Sabtu, 20 Jan 2018
radarmadura
Rekreasi
Destinasi Wisata Religi yang Tidak Pernah Sepi

Ngalap Berkah di Makam Para Wali Allah

Rabu, 07 Jun 2017 15:56

Ngalap Berkah di Makam Para Wali Allah

BERBAHAN BATU GUNUNG: Dua penjaga asta K. Moh. Ali di Dusun Brambang, Desa Kalimook, Kecamatan Kalianget, keluar dari kompleks pemakaman Selasa (6/6). (ABD. MUKSIDYANTO/Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Destinasi wisata religi menjadi salah satu daya tarik warga luar Madura untuk datang ke Sumenep. Terdapat banyak lokasi yang biasa dikunjungi wisatawan. Salah satunya pemakaman Asta Tinggi dan Asta Gumuk. Berikut keunikan dan kelebihan dua makam para wali itu.

 

ASTA Gumuk terletak di Dusun Barambang, Desa Kalimook, Kecamatan Kalianget, Sumenep. Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Sumenep. Dengan kendaraan bermotor hanya membutuhkan waktu kurang dari setengah jam.

Makam Syekh Moh. Ali beserta keturunan dan pengikutnya itu sudah dikenal luas. Pengunjung tidak hanya warga Sumenep. Warga dari daerah di luar Madura juga banyak yang berkunjung ke sana. Seperti Situbondo dan Banyuwangi.

Untuk menuju ke makam tersebut cukup mudah. Lokasinya terletak di sisi timur akses menuju Bandar Udara (Bandara) Trunojoyo. Akses ke makam tersebut juga mudah dijangkau. Semua jenis kendaraan bisa masuk ke sana.

            Saat Jawa Pos Radar Madura (JPRM) berkunjung, Asta Gumuk sedang ramai Selasa (6/6). Puluhan orang duduk santai di bagian depan asta. Suasana yang cukup teduh membuat pengunjung betah berlama-lama di sana.

Kompleks pemakaman tersebut sangat terjaga dengan baik. Makam Syekh Moh. Ali, kerabat, dan pendukungnya dikelilingi dinding dengan arsitektur yang cukup bagus. Batu gunung yang disusun rapi membuat dinding semakin eksotis.

Terdapat sejumlah pilar berukuran besar di akses masuk menuju makam. Meski terdapat pintu dan jendela, bangunan itu tidak dilengkapi dengan atap. Di kompleks itu sudah tersedia fasilitas seperti masjid dan sarana lainnya.

            Di luar kompleks pemakaman juga tidak kalah indah. Pepohonan di sana rindang, sehingga sangat nyaman digunakan untuk bersantai. Terlebih, saat ini tersedia tempat duduk untuk para pengunjung.

Kiai Ali wafat pada 1292. Dia dikenal sebagai penyebar ilmu tasawuf. Bahkan, dalam sejarahnya dia pernah mengajari kera mengaji Alquran. Itu merupakan salah satu kelebihan Bujuk Brambang yang sudah dikenal luas.

Faisal Rizal, 30, salah satu juru kunci di Asta Gumuk menjelaskan, setiap hari pasti ada pengunjung. Pada hari-hari tententu mengalami lonjakan. Seperti saat akan memasuki bulan Ramadan, jumlah pengunjung mencapai puluhan.

Menurutnya, tujuan pengunjung datang untuk beribadah. Biasanya mereka mengaji dan berzikir. Tujuannya, mendapat berkah dari Allah. ”Untuk perorangan, kadang nginap sampai beberapa hari,” ujar dia.

Selain masjid, fasilitas lain seperti kamar mandi dan warung juga tersedia. Mengenai sarana MCK belum tersedia. Faisal Rizal mengatakan, pihak pengelola pernah mengajukan ke Pemkab Sumenep, tapi belum ada respons.

”Kami benahi berbagai fasilitas secara swadaya demi memberikan kenyamanan bagi para pengunjung,” terang Faizal. (sid/han)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia