Sabtu, 20 Jan 2018
radarmadura
Rekreasi

Wisata Mancing Memiliki Peluang Usaha Potensial

Rabu, 24 May 2017 16:11

Wisata Mancing Memiliki Peluang Usaha Potensial

POTENSI LAUT: Peserta Gelar Wisata Mancing Jawa Timur 2017 foto bersama usai memancing di peraiaran Desa Bringsang, Kecmatan/Pulau Giligenting. (HENDRA APRI PURWADI/ Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Olahraga memancing tidak hanya membutuhkan kesabaran dan waktu. Tetapi juga membutuhkan biaya mahal. Meski demikian, kegiatan ini berkembang pesat akhir-akhir ini. Hal itu ditandai dengan banyaknya komunitas dan klub mancing di seluruh penjuru Indonesia, tidak terkecuali Provinsi Jawa Timur (Jatim).

 

Hal itu menjadi peluang yang sangat besar bagi Kabupaten Sumenep yang memiliki sumbar daya alam (SDA) di sektor kelautan dan perikanan. ”Wisata mancing sangat potensial untuk dikembangkan. Ini adalah peluang usaha yang prospek,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim H. Jariyanto.

Menurutnya, Pemprov Sumenep akan terus mendorong agar Sumenep menjadi tujuan para pencinta wisata mancing. Pihaknya juga akan menyukseskan pembangunan sektor pariwisata yang terfokus pada market, product community, dan investasi yang membawa dampak langsung bagi masyarakat luas. Khususnya dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Bringsang Sutlan menyambut baik dukungan Disbudpar Jatim dengan pengembangan wisata mancing di wilayah yang dipimpinnya. Kesungguhan Pemprov Jatim dibuktikan dengan pelaksanaan acara Gelar Wisata Mancing 2017. ”Ini kegiatan sangat positif sekali. Semoga kegiatan selanjutnya lebih meriah,” harapnya.

Sutlan berkomitmen mewujudkan Sapta Pesona di wilayah yang mulai dikunjungi wisatawan mancanegara tersebut. Yakni, aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Dengan demikian, akan menarik wisatawan. Dengan suasana yang nyaman, wisatawan juga akan betah.

Hal itu telah dibuktikan dengan menggelar bersih-bersih yang melibatkan seluruh masyarakat Desa Bringsang. Menurutnya, kegiatan itu mendapat respons positif dari Pemprov Jatim. Pihaknya menerima bantuan alat kebersihan meliputi bak sampah, sapu, kaus, topi, dan uang transpor untuk 200 orang.

”Kita harus menciptakan suasana indah dan memesona. Di mana saja dan kapan saja. Khususnya di tempat-tempat yang banyak dikunjungi wisatawan dan pada saat melayani wisatawan,” terangnya. ”Dengan suasana yang menarik dan nyaman, wisatawan akan betah tinggal lebih lama,” terangnya. (via/han)

 

 

 

 

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia