Sabtu, 20 Jan 2018
radarmadura
Bangkalan

Pemecah Belah Bangsa Musuh Negara

Sabtu, 20 May 2017 00:14

Pemecah Belah Bangsa Musuh Negara

GENERASI BANGSA: Sejumlah anak bermain bersama di Jalan Jokotole, Kelurahan Keraton, Kecamatan Kota Bangkalan, Jumat (19/5). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Tanggal 20 Mei adalah hari istimewa bagi bangsa Indonesia. Yakni, Hari Kebangkitan Nasional (Hartiknas). Hari bersejarah tersebut merupakan momen yang tepat memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa.

 

Jika mengacu pada sejarah, Hartiknas merupakan peringatan perjuangan mempersatukan bangsa Indonesia. Hal itu dipertegas dengan perjuangan Budi Utomo dalam menyerukan semangat persatuan pada 20 Mei 1908. Hingga tercetusnya ikrar sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928.

”Budi Utomo sebagai embrio pembangkit semangat rasa persatuan. Patut kita kembalikan semangat ini melalui momentum Hartiknas Ke-109 kali ini,” kata Komandan Kodim (Dandim) 0829/Bangkalan Letkol Inf Sunardi Istanto kemarin (19/5).

Menurut dia, Harkitnas diperingati secara nasional. Selain upacara, juga diisi dengan kegiatan-kegiatan positif. Misalnya, penanaman wawasan kebangsaan. Di Bangkalan sasaran yang menjadi target adalah kalangan mahasiswa. Selain itu, dilakukan penanaman semangat gotong royong kepada masyarakat.

Sunardi Istanto menjelaskan, untuk penanaman wawasan kebangsaan, pihaknya sengaja melibatkan mahasiswa. Keberlangsungan pertahanan negara, terang dia, salah satunya bergantung pada sikap pemuda. Pemuda adalah generasi penerus bangsa. Dengan demikian, mereka harus memiliki jiwa nasionalisme.

Dia menyampaikan, penanaman wawasan kebangsaan rutin diselenggarakan setiap tahun. Dia berharap pemuda bisa menjaga kehormatan dan keutuhan bangsa. Terlebih di tengah perkembangan teknologi informasi yang kian pesat. ”Berhat-hati terhadap perkembangan informasi. Jangan mudah menyebarkan berita yang bisa memicu perpecahan,” pesannya.

Sunardi Istanto menuturkan, musuh rakyat Indonesia bukan hanya mereka yang mengangkat senjata untuk berperang. Pihak-pihak yang ingin memecah persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia juga menjadi musuh bersama. Untuk itu, dia meminta masyarakat terus menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

Sementara itu, Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf. Budi Santosa menyatakan, nasionalisme masyarakat saat ini cukup tinggi. Harkitnas adalah momentum mempererat persaudaraan sesama bangsa. Terutama, di tengah dinamika politik yang cukup tinggi. Semua elemen bangsa tidak boleh mudah terhasut dan diadu domba.

Masyarakat Indonesia harus tetap memegang teguh ideologi dan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yakni Pancasila. ”Yakinlah bahwa bangsa kita adalah bangsa kesatria. Mari bersama-sama wujudkan Indonesia sebagai bangsa pemenang,” pesan Dandim. (c7/sid/han/luq)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia