Sabtu, 20 Jan 2018
radarmadura
Sampang

Sekolah Berdalih Kesalahan Data Disdik

Dugaan Pengubahan Jawaban USBN

Sabtu, 20 May 2017 00:09

 Sekolah Berdalih Kesalahan Data Disdik

BEBER: Kepala SDN Batorasang I, Tambelangan, Sampang, Kurniadi (pakai kopiah) bersama pengawas ujian sekolah. (DARUL HAKIM/Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Dugaan guru yang mengubah jawaban ujian sekolah berstandar nasional (USBN) melempar masalah baru. Pihak SDN Batorasang I, Tambelangan, Sampang, beralasaan hanya melihat hasil pekerjaan siswa. Masalah tersebut diakui karena kesalahan dinas pendidikan (disdik).

 

Demikian ditegaskan pengawas ujian Siti Musripah. Dia mengungkapkan, ada kesalahan data dari dinas pendidikan (disdik) provinsi Ada salah satu siswa bernama Muhamad Samsudi. Namun, daftar peserta ujian sekolah tertulis Suhail Hasani.

(Baca: Guru SDN Ini Diduga Ubah Jawaban Peserta USBN)

Padahal, dari nomor induk, nomor peserta ujian, dan data lain sudah sesuai. Selain itu, banyak siswa yang salah menempatkan tanggal lahir dan nama. Karena itu, pihak sekolah dan pengawas memberitahu kepada Disdik Sampang untuk menindaklanjuti ke provinsi.

”Di SDN Batorasang banyak yang tidak terbaca di scanner karena banyak keliruan. Selain itu ada dua LJK. LJK yang dipakai seharusnya yang agak besar. Kami di sini menggunakan LJK yang kecil,” papar perempuan yang dipanggil Siti itu Jumat (19/5).

Siti menambahkan, setiap pengawas pasti rolling ketika ada pergantian mata pelajaran.  Dia menegaskan, masalah di SDN Batorasang I ada dua. Penulisan kurang jelas dan kekeliruan nama salah satu peserta. Kesalahan itu diklaim dari Disdik Jawa Timur.

”Ini (kesalahan) mempengaruhi karena di dapodik satu paket. Di sini posko (ujian) dan memang tidak ada kursinya,” kata guru yang saat itu juga terlibat dalam dugaan pengubahan jawaban siswa itu. Saat itu, para guru terlihat sambil tiduran di pojok salah satu ruangan.

”Ketika disuruh koreksi kepada pengawas ternyata betul. Memang tanggal kelahiran ditulis tanggal pelaksanaan dan nama lengkap hanya ditulis nama panggilan,” jelasnya.

Atas dasar kesalahan-kesalahan itu, pihak sekolah tidak ingin siswanya tidak lulus. Disdik Jawa Timur juga meminta pengawas dan sekolah mengurus langsung. Perbaikan data tersebut harus berdasarkan rapor, KK, akta, dan induk. Semua dokumen itu harus asli. ”Saya Senin (22/5) mau ke Surabaya untuk memberikan data,” ujarnya.

”Kami pastikan tidak mengubah jawaban. Hanya mengkroscek saja karena memakai LJK yang lama. Selain itu karena ada kesalahan nama peserta ujian,”  imbuhnya.

Kepala SDN Batorasang I Kurniadi menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan pelanggaran yang mencoreng lembaga yang dipimpin. Guru dan pengawas hanya mengkroscek LJK siswa karena banyak kekeliruan fatal. ”Banyak yang salah pengisian kolom dari anak didik kami,” tegasnya.

Plt Bupati Sampang Fadhilah Budiono mengatakan, jika guru hanya membetulkan data peserta tidak masalah. Jika guru memberitahu jawaban atau mengisi kekosongan jawaban tidak diperbolehkan. Jika ada perubahan jawaban dari guru, patut dicurigai.

”Mengubah tulisan di LJK tidak boleh. Seharusnya dewan guru dan pihak sekolah wajib memberitahu sebelum pelaksanaan ujian. Sehingga tidak ada kekeliruan ketika pelaksanaan,” tegasnya.

Sebelumnya, oknum guru SDN Batorasang 1 diduga mengubah hasil jawaban USBN siswa. Kegiatan di salah satu sudut ruangan tersebut terungkap dari temuan Ketua Jaka Jatim Korda Sampang Sidik. Beberapa guru mengubah hasil jawaban ujian setelah ujian selesai.

Temuan Didik itu dibantah Kurniadi selaku kepala sekolah. Dia mengklaim guru hanya mengkroscek. Khawatir ada kesalahan penulisan data peserta. (rul/luq)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia