Selasa, 23 Jan 2018
radarmadura
Elektronika

BPRS Bhakti Sumekar Sumbang PAD Rp 6 Miliar Lebih

Rabu, 17 May 2017 15:00

BPRS Bhakti Sumekar Sumbang PAD Rp 6 Miliar Lebih

KOMPAK: Dari kiri, Dirut BPRS Bhakti Sumekar Novi Sujatmiko, Direktur Bisnis Hairil Fajar, Direktur Operasional Cahya Wiratama saat RUPS PT BPRS Bhakti Sumekar tahun buku 2016. (Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Sumenep terus meningkat. Baik aset maupun bentuk pelayanan. Hal itu disampaikan Bupati Sumenep A. Busyro Karim usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BPRS Bhakti Sumekar Selasa (16/5).

Pemegang saham pengendali BPRS Bhakti Sumekar A. Busyro Karim ini menambahkan, ada empat tantangan BPRS ke depan. Di antaranya, persaingan antarbank, penguatan modal, peningkatan SDM, dan teknologi.

”BPRS harus terus berkembang dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman agar tidak tertinggal. Terutama untuk pelayanan,” katanya.

Direktur Utama (Dirut) BPRS Bhakti Sumekar Novi Sujatmiko mengatakan, RUPS dilaksanakan untuk melaporkan keuangan BPRS selama 2016. Aset BPRS Bhakti Sumekar sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) pada 2016 mencapai Rp 615,98 miliar.

Itu berarti, aset pertumbuhan Rp 97,01 miliar atau 18,69 persen dibandingkan dengan aset 2015 yang Rp 518,97 miliar. Pada 2018, BPRS menargetkan aset tembus Rp 1 triliun. Novi menambahkan, laba bersih BPRS pada 2016 mencapai Rp 12,64 miliar.

”Tumbuh Rp 632 juta atau 5,26 persen dibandingkan dengan jumlah laba bersih pada 2015 yang sebesar Rp 12,01 miliar. Ini membuktikan bahwa kepercayaan dan kenyamanan nasabah semakin solid,” tegasnya.

Dana pihak ketiga (DPK) 2016 mencapai Rp 344,23 miliar. Tumbuh Rp 81,48 miliar atau 32,24 persen dari semula Rp 252,75 miliar pada 2015. Rasio kecukupan modal (CAR) BPRS Bhakti Sumekar pada level 40,64 persen di 2016. Mengalami penurunan 6,60 persen dari tahun sebelumnya.

Pembiayaan pada 2016 mencapai Rp 428,83 miliar. Tumbuh Rp 56,22 miliar atau 15,09 persen dari posisi 2015 sebesar Rp 372,61 miliar. Novi menerangkan, rasio pembiayaan bermasalah (NPF)-Gross 2016 mencapai 2,09 persen. Meningkat dibandingkan NPF-gross pada 2015 yang sebesar 1,36 persen.

”Peningkatan aset diperoleh dari peningkatan penghimpunan dana pihak ketiga serta peningkatan portofolio dan pembiayaan antarbank. Perolehan laba lebih baik daripada capaian 2015, di mana pada 31 Desember 2016 perusahaan membukukan laba bersih Rp 12,638 miliar. Tumbuh Rp 12,638 miliar atau 5 persen dibanding tahun lalu yang Rp 12 miliar,” tulis Novi di buku laporan 2016.

Pada 2016, dilakukan peningkatan delapan kantor kas menjadi kantor cabang pratama BPRS Bhakti Sumekar. Yaitu, kantor cabang Lenteng; Bluto; Guluk-Guluk; Pasongsongan; Kalianget; Legung; Waru, Pamekasan; dan Bandaran.

Pembukaan delapan kantor baru BPRS Bhakti Sumekar yaitu kantor cabang Masalembu, Manding, Dasuk, Kantor Kas Ganding, Kantor Cabang Rubaru, Gapura, Saronggi, dan Batuputih. Itu bertujuan memudahkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Tahun ini BPRS Bhakti Sumekar akan buka di lima kecamatan wilayah kepulauan Sumenep.

Hadir dalam RUPS BPRS Bhakti Sumekar kemarin Ketua Dewan Pengawas Syariah Dr. KH. Achmad Muhammad Tidjani, LC. MA. Komisaris Nutama Hadi Soetarto, dan Komisaris Anggota KH. M. Taufiq Rachman FM, serta jajaran yang lain juga hadir. (sid/hud/luq)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia