Selasa, 23 Jan 2018
radarmadura
Olahraga

Petaka Kartu Merah, Madura FC Alami Kekalahan Perdana

Senin, 15 May 2017 16:47

Petaka Kartu Merah, Madura FC Alami Kekalahan Perdana

BERPENGARUH: Winger Madura FC Oktovianus Maniani baru diturunkan di babak kedua dalam pertandingan menghadapi Semeru FC di Stadion Semeru, Lumajang. (A. YUSRON FARISANDY/Radar Madura/JawaPos.com)

LUMAJANG – Madura FC mengalami kekalahan saat bertandang ke Stadion Semeru, Lumajang, kandang Semeru FC, Sabtu sore (14/5). Benny Ashar dkk menyerah atas skor tipis 1-2. Padahal, Madura FC unggul terlebih dahulu melalui serangan cepat Muhammad Irvan.

Babak pertama baru berjalan 22 detik, akselerasi winger lincah Muhammad Irvan tak mampu dihentikan oleh lini pertahanan tim tuan rumah. Gol tersebut menjadi salah satu gol tercepat di kompetisi kasta kedua kompetisi tanah air, Liga 2.

Sepanjang babak pertama pertahanan Laskar Jokotole yang dikomandani Bachtiar juga tidak lepas dari tekanan. Namun, berkali-kali upaya mengejar ketertinggalan tuan rumah di 45 menit pertama berhasil dimentahkan.

Hingga babak pertama usai, skor 0-1 untuk Madura FC tetap bertahan. Sayangnya, di babak kedua anak-anak Madura gagal mempertahankan keunggulan. Pada menit ke-56 Oni Rosadi berhasil mencetak gol setelah terjadi kemelut di depan gawang.

Sebenarnya, bola sudah berada di dekapan kiper Madura FC. Namun, salah seorang pemain Semeru FC mencoba mengganggunya sehingga bola terlepas. ”Saya melihat sendiri proses gol pertama tuan rumah itu. Itu seharusnya pelanggaran. Tapi, wasit malah mengesahkan gol tersebut,” ujar pelatih Madura FC Salahudin.

Para pemain Madura FC mencoba berdiskusi dengan wasit pertandingan. Namun, sang pengadil tetap bersikukuh dengan pendiriannya dan mengesahkan gol tuan rumah. Papan skor berubah menjadi 1-1 untuk kedua tim.

Keputusan kontroversial wasit juga tak berhenti di situ. Hal tersebut membuat para pemain tamu emosi. Banyak terjadi pelanggaran di dekat kotak penalti. Hingga akhirnya sang pencetak gol bagi Madura FC Muhammad Irvan harus keluar lapangan karena dianggap terlalu keras melanggar pemain tuan rumah.

”Setelah Irvan kartu merah, permainan kami tidak sesuai strategi. Anak-anak terlihat tidak bisa mengontrol permainan dengan baik,” tambah Salahuddin. Hal tersebut berujung dengan gol kemenangan skuad besutan Putut Widjanarko.

Pada menit ke-92 Reza Mustofa mencetak gol. Skor 2-1 untuk kemenangan Semeru FC bertahan hingga pertandingan usai. ”Seluruh pemain sudah berjuang dan bekerja keras di lapangan, tapi konsentrasi mereka buyar karena keputusan-keputusan wasit yang kontroversial,” jelas Salahuddin.

Meski gagal meraih poin sempurna, Salahuddin tetap optimistis dengan permainan anak asuhnya. Pembenahan di semua lini setiap usai pertandingan selalu dilakukan. Kegagalan di Semeru menjadi pelajaran berharga bagi tim yang bermarkas di Kota Sumekar tersebut.

”Pemain harus lebih tenang dan sabar ketika menghadapi pertandingan semacam kemarin. Pemain harus lebih sabar menghadapi keputusan wasit yang seperti kemarin,” jelas Salahuddin. (dam/han/luq)

 

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia