Selasa, 23 Jan 2018
radarmadura
Olahraga

Penalti Kontroversial Rugikan Madura

Senin, 15 May 2017 16:45

Penalti Kontroversial Rugikan Madura

ALL-OUT: Aksi menggiring bola striker Madura United Peter Odemwingie saat melawan Arema Minggu malam (14/5). (A. YUSRON FARISANDY/Radar Madura/JawaPos.com)

MALANG – Madura United tampil perkasa saat tandang ke markas Arema FC Minggu malam (14/5). Laskar Sape Kerrap unggul lebih dulu dari tim berjuluk Singo Edan melalui gol Dane Milovanovic di menit 52. Sayang, kemenangan tersebut tidak bisa dipertahankan. Sekitar 20 menit sebelum pertandingan usai, tuan rumah menyamakan kedudukan.

Gol Arema FC dicetak striker Cristian Gonzales melalui titik putih pada menit ke-71. Keputusan wasit memberikan hadiah penalti mendapat protes keras. Anak-anak Madura menilai tidak terjadi pelanggaran. Namun, wasit Asep Yandis bergeming dan bersikukuh dengan keputusannya. Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan usai.

   ”Kami bersyukur dengan hasil ini. Memang beberapa keputusan wasit sedikit mengecewakan kami sebAgai pemain,” kata Asep Berlian usai pertandingan.

Laga di Stadion Kanjuruhan, Malang, tersebut berlangsung seimbang. Madura United yang mengincar kemenangan langsung merangsek ke sektor pertahanan lawan. Peluang pertama didapat Madura United di menit ke-5. Peter Odemwingie yang lepas dari jebakan offside tinggal berhadapan dengan Kurnia MeIga, kiper Arema FC. Namun sayang, tendangan kerasnya masih mampu ditepis.

Lapangan tengah menjadi area berkutatnya bola hingga memasuki menit ke-30. Kedua tim belum mau menurunkan pressing terhadap pemain lawan, termasuk para pemain muda Madura United. Rizky Dwi Febriyanto, Saldi, dan Rifat Marasabessy tampil tanpa beban menghadapi tim sekelas Arema FC.

Para pemain kunci Arema seperti Esteban Vizcarra dan Cristian Gonzales tak berkutik. Beberapa kali upaya anak asuh Aji Santoso untuk membongkar pertahanan yang dikomando Fabiano Beltrame selalu kandas. Hingga babak pertama usai, tidak ada gol yang tercipta dan skor tetap kacamata.

Memasuki babak kedua, Madura United memasukkan Greg Nwokolo menggantikan Saldi. Hal itu dilakukan untuk menambah daya gedor. Kemudian, Bayu Gatra juga dimasukkan menggantikan Rifat Marasabessy. Namun, Bayu menempati posisi Engelberd Sani sebagai winger kanan. Sementara Engelberd lebih ke dalam menempati posisi Rifat di bek kanan.

Strategi Gomes de Olivera membuahkan hasil. Gol yang ditunggu akhirnya datang. Berawal dari crossing Slamet Nurcahyo yang mengarah ke Peter Odemwingie. Kemudian, Odemwingie melepas umpan ke tiang jauh. Tanpa kesulitan, Dane Milovanovic melakukan heading dan gol. Kemudian disamakan pada menit ke-71.

Wasit memberi tambahan waktu 4 menit. Ini membuka asa bagi Laskar Sape Kerrap untuk mencetak gol lagi. Peluang kembali hadir bagi tim tamu. Kali ini melalui solo run Dane Milovanovic. Namun, tendangan kaki kanannya masih mampu ditepis Kurnia Meiga. Hingga akhir pertandingan skor 1-1, kedua tim tetap bertahan.

”Seluruh pemain tampil fighting spirit di kandang Arema. Meski tidak meraih poin penuh, tapi secara permainan kami menang,” ujar Gomes. ”Tidak masalah meski dapat penalti, kami tetap berjuang tadi. Setiap pertandingan tidak mudah. Tapi, kami bisa meraih poin di kandang Arema,” tambah pelatih asal Brasil tersebut. (dam/han/luq)

 

 

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia