Selasa, 23 Jan 2018
radarmadura
Sastra Budaya

Pembangunan Gedung Budaya Terkendala Lahan

Rabu, 10 May 2017 14:17

Pembangunan Gedung Budaya Terkendala Lahan

TIDAK PUNYA TEMPAT: Seniman mentas di parkiran Masjid Agung Asy-Syuhada. (IMAM S. ARIZAL/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Harapan pencinta seni dan budaya memiliki gedung pentas yang representatif sulit terwujud. Pasalnya, rencana pembangunan gedung budaya sebagaimana pernah diwacanakan Bupati Pamekasan Achmad Syafii masih buram. Sampai saat ini belum ada kejelasan kapan dan di mana gedung itu akan dibangun.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengungkapkan bahwa pihaknya memang punya keinginan untuk membangun gedung budaya. Bahkan dia sudah melakukan koordinasi dan lobi-lobi dengan dinas kebudayaan dan pariwisata Provinsi Jawa Timur.

Menurut Sjaifudin, pada prinsipnya pemprov menyetujui rencana pembangunan gedung budaya. Dengan catatan, pemerintah kabupaten menyediakan lahan. ”Nah ketersediaan lahan itu yang sampai sekarang masih menjadi kendala,” kata Sjaifudin Selasa (9/5).

Dijelaskan bahwa dia belum mengetahui inventaris tanah daerah yang ada di Kota Gerbang Salam. Karenanya dalam waktu dekat pihaknya masih akan koordinasi dengan instansi terkait. Tujuannya, mempertanyakan di mana kira-kira yang paling memungkinkan dibangun gedung budaya.

Bupati Achmad Syafii sebelumnya menuturkan bahwa gedung budaya akan dibangun di area Api Tak Kunjung Padam. Hal itu sejalan dengan rencana pemkab yang akan menjadikan api abadi itu sebagai destinasi wisata. Di sana nantinya akan dibangun rumah-rumah khas Pamekasan, seperti taneyan lanjang dan lainnya.

Namun terkait hal ini, lanjut Sjaifudin, belum ada kepastian. Sebab sampai sekarang belum ada kepastian terkait status lahan di area Api Tak Kunjung Padam. Apakah lahan itu akan dijual ke pemkab atau hanya dikelola bersama-sama. ”Minggu depan rencananya akan dilakukan pembahasan terkait lahan tersebut. Nanti Bapak Sekkab yang memimpin rapat,” tukasnya.

Aktivis Kolom Teater Pamekasan Elman Dhuro berkali-kali mendesak agar Pamekasan segera membangun gedung khusus pentas budaya. Sebab selama ini para seniman kesulitan ruang untuk menggelar kegiatan-kegiatan kebudayaan.

”Kami meminta perhatian pemerintah terhadap pengembangan budaya dan kesenian lebih serius lagi. Sebab seni dan budaya adalah roh peradaban,” jelasnya. (mam/han/luq)

 

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia