Selasa, 23 Jan 2018
radarmadura
Rekreasi

Telaga Kermata Bersolek, Sajikan Wahana Bermain dan Rekreasi

Rabu, 10 May 2017 08:00

Telaga Kermata Bersolek, Sajikan Wahana Bermain dan Rekreasi

DIGANDRUNGI: Salah satu objek wisata yang diminati pengunjung adalah Telaga Kermata di Desa/Kecamatan Saronggi, Sumenep. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Potensi wisata Sumenep cukup banyak. Tak hanya wisata pantai, religi, dan wisata buatan yang jadi buruan. Kini, Telaga Kirmata atau Kermata juga menjadi jujukan pengunjung.

Telaga Kermata berada di Desa/Kecamatan Saronggi. Sekitar tujuh kilometer ke selatan Kota Sumenep. Wisata seluas 2.500 meter persegi itu pun bersolek menyambut Visit Sumenep 2018. Karang taruna yang mengelola dan mengembangkan.

Pengunjung cukup membayar uang jasa parkir untuk menikmati pemandangan di dalam telaga. Jika ingin mencoba permainan dikenakan biaya Rp 10 ribu untuk semua jenis wahana selama 15 menit per satu permainan.

”Foto-foto di rumah kayu itu hanya Rp 2 ribu,” jelas Ketua Karang Taruna Rajawali Saronggi Syaiful Bahri.

Kermata biasa disebut danau ini terbentuk sejak lama. Sejak jaman Kolonial Belanda, Kermata dibuat indah dengan berbagai fasilitas. Sumber tersebut dikelola pemkab untuk memenuhi air bersih kebutuhan melalui PDAM.

Kemudian menjadi danau buatan lalu dibuatkan bendungan. Itu untuk memenuhi irigasi lahan pertanian sekitar. Lalu dibangun sejumlah fasilitas. Seperti gazebo, dan sarana bersantai lainnya.

Pemandangan di lokasi sangat bagus. Sawah warga terhampar luas di sebelah utara danau. Akhir Februari lalu dibenahi. Lalu digelar lomba sepeda papan di atas air. Karena itu, tiap Sabtu dan Minggu jumlah pengunjung yang datang berkisar 250–300 orang per hari. Lomba itu digelar karang taruna bersama pemerintah desa dan dihadiri Wabup Sumenep Achmad Fauzi.

Bang Uji –sapaan Achmad Fauzi­– sangat berharap wisata tersebut masuk bagian dalam Visit Sumenep 2018. ”Potensi Kermata ini layak dikembangkan menjadi tempat wisata,” jelasnya. Dia berharap pemerintah desa mengelola dengan maksimal dan masuk dalam BUMDes. ”Agar hasilnya bisa dirasakan bersama-sama,” ucapnya.

Misrawi, salah satu panitia lomba sepeda papan, mengatakan, pengelolaan dengan melibatkan pemuda agar mereka bisa ambil bagian dari Visit Sumenep 2018. Terutama dalam mempromosikan wisata dan terhindar dari kenakalan remaja. ”Ini untuk mendukung Visit Sumenep 2018,” ucapnya. (via/luq)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia