Selasa, 23 Jan 2018
radarmadura
Rekreasi
Alih Kelola Api Tak Kunjung Padam Buram

Anggaran Rp 998 Juta Terancam Tak Terserap

Jumat, 05 May 2017 13:34

Anggaran Rp 998 Juta Terancam Tak Terserap

MASIH IDOLA: Objek wisata Api Tak Kunjung Padam, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Larangan. (PRENGKI WIRANANDA/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Keinginan pemerintah mengelola destinasi wisata Api Tak Kunjung Padam belum terealisasi. Hingga Kamis (4/5), belum ada kesepakatan pengelolaan antara pemilik lahan dengan pemerintah.

Dengan demikian, pengelolaan wisata alam tersebut belum dikuasai pemerintah. Sementara, anggaran penataan wisata itu sudah telanjur disiapkan. Sesuai yang tertera dalam APBD 2017, dana untuk penataan Api Tak Kunjung Padam senilai Rp 998.875.000.

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Sahur mengatakan, pengembangan Api Tak Kunjung Padam menjadi salah satu fokus tahun ini. Destinasi wisata milik perorangan itu masuk daftar skala prioritas.

Menurutnya,  jika dikembangkan dengan baik, lokasi tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Terlebih, di Madura destinasi wisata semacam itu hanya terdapat di Pamekasan.

Sahur mengatakan, segala kebutuhan pengelolaan harus dipenuhi. Terutama persoalan status lahan. Sebab, hingga sekarang, titik menyemburnya gas tersebut masih menjadi milik perorangan.

Dengan demikian, selama belum ada kerja sama atau kesepakatan dengan pemerintah, anggaran yang bersumber dari uang negara belum bisa digelontorkan untuk mengembangkan destinasi wisata tersebut. ”Eksekutif harus bergerak cepat,” katanya kemarin.

Menurut dia, pengembangan pariwisata harus digenjot. Tujuannya, agar tidak kalah langkah dengan daerah lain yang sama-sama mengembangkan pariwisata. Jika kalah langkah, kata Sahur, akan berdampak pada volume wisatawan.

Apalagi, destinasi wisata yang disajikan daerah lain tidak kalah menarik dengan yang ada di Pamekasan. Tentu, wisatawan akan lebih suka berkunjung ke daerah yang lebih matang dalam hal persiapan.

Politikus PPP itu mengakui, hingga sekarang pembangunan belum bisa dilakukan. Sebab, proyek belum digelar. Hanya, dia berharap proyek pembangunan sudah berjalan dan pengerjaannya dipercepat.

Dengan demikian, sarana serta prasarana di masing-masing destinasi wisata akan siap. Kemudian, promosi kepada masyarakat umum bisa dilaksanakan. ”Apa yang mau dipromosikan kalau sarana dan prasarananya belum siap,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisatan dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengakui bahwa pengelolaan destinasi Api Tak Kunjung Padam masih di tangan swasta.

Menurut dia, upaya musyawarah dengan pemilik lahan selalu gagal. Belum ada waktu antara kedua belah pihak untuk membicarakan hal itu. ”Semoga dalam waktu dekat musyawarah bisa digelar dan menghasilkan yang terbaik,” tandasnya. (pen/han/luq)

 

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia