Selasa, 23 Jan 2018
radarmadura
Pamekasan

Bersama Asri, Pamekasan Kian Berprestasi

Jumat, 21 Apr 2017 14:15

Bersama Asri, Pamekasan Kian Berprestasi

SEDERHANA: Bupati Pamekasan Achmad Syafii bersepeda di area Pendapa Ronggosukowati Kamis (20/4) (IMAM S. ARIZAL/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Tak salah warga memilih Achmad Syafii-Khalil Asy’ari (Asri) sebagai pasangan bupati dan wakil bupati Pamekasan. Sebab di bawah kepemimpinan pasangan tersebut, Pamekasan kian berprestasi. Baik di level regional Jawa Timur hingga tingkat nasional.

Salah satu program unggulan Pemkab Pamekasan yakni Inovasi Buatan Satu Tahun Satu Kelahiran (Intan Satu Saka). Program inovatif dinas peternakan ini mampu tembus hingga tingkat nasional. Setelah masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik pada 31 Maret 2016, Intan Satu Saka juga masuk Top 35 tingkat nasional.

Penghargaan Top 35 diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Jakarta pada 25 Mei 2016. ”Program Intan Satu Saka akan dipresentasikan di Belanda sebagai program inovatif tingkat internasional,” jelas Bupati Achmad Syafii.

Tahun ini Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Pamekasan juga mengalami peningkatan yang signifikan. Dari hasil evaluasi penyelenggaraan SAKIP 2016, Pamekasan memperoleh nilai B (baik). Hasil evaluasi itu diserahkan langsung kepada Bupati Achmad Syafii oleh Menpan-RB Asman Abnur di Gedung Kantor Gubernur Jawa Timur Selasa, 31 Januari 2017.

Di Indonesia, hanya ada 40 kabupaten/kota yang memperoleh nilai B ke atas. Sedangkan di Madura, hanya Pamekasan yang memperoleh kategori B. Nilai B ini mengalami peningkatan signifikan dibanding hasil evaluasi SAKIP 2015 yang mendapat predikat C (cukup). ”Sejak 2014, Pamekasan selalu memperoleh peningkatan nilai SAKIP,” jelas Syafii.

Di bidang pendidikan, prestasi Pamekasan juga menjanjikan. Pemerintah Pamekasan mendapat penghargaan prestisius dari Perpustakaan Nasional sebagai daerah yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui transformasi perpustakaan. Penghargaan ini diterima di Grand Marcure, Jakarta, 16 November 2016.

Perpustakaan memang terus mendapat penghargaan di tingkat nasional. Selama 2016 saja, ada sekitar enam penghargaan. Antara lain, penetapan Perpusda Pamekasan sebagai living university (universitas kehidupan) yang mampu mengubah perpustakaan dari gudang buku menjadi pusat pemberdayaan melalui PerpuSeru 2016.

Kemudian, mendapat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perpustakaan Nasional RI 2016. Terbaik pertama dampak perpustakaan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat dari PerpuSeru 2016. Juga, terbaik pertama kategori pelibatan masyarakat dari CCFI 2016 dan penghargaan dalam penyelenggaraan pelatihan internet marketing bagi UMKM dari Yayasan Dharma Bakti Astra Internasional 2016.

Di penghujung 2016, Perpusda Pamekasan meraih predikat SKPD dengan inovasi pelayanan publik terbaik se-Madura dalam ajang Madura Awards 2016 yang digelar oleh Jawa Pos Radar Madura. ”Perpustakaan ini luar biasa perkembangannya, sampai-sampai sekarang membeludak pengunjungnya. Makanya, kami akan membangun perpustakaan terpadu,” tegas Syafii.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setkab Pamekasan Supriyanto menambahkan, bahwa selama empat tahun memimpin Pamekasan, pasangan Asri telah menorehkan prestasi. Jika ditotal keseluruhan, sudah lebih dari 200 penghargaan yang diraih.

 Penghargaan tersebut menyebar di segala sektor. Mulai bidang ekonomi, kesehatan, pembangunan, pertanian, pendidikan, dan lainnya.  ”Penghargaan yang paling banyak diraih di bidang pendidikan,” tukas Supriyanto. (mam/gik/luq)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia