Sabtu, 24 Feb 2018
radarmadiun
icon featured
Hukum & Kriminal

Anak Punk Gondol Satria FU Berbekal Gunting dan Palu

Jumat, 05 Jan 2018 15:45 | editor : Budhi Prasetya

aksi kriminal anak punk

Tersangka dan barang bukti sepeda motor yang berhasil diamankan anggota polsek Jiwan, Kabupaten Madiun (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

MADIUN – Ngiler lantaran kepincut motor modifikasi memaksa Hendra Boydui berbuat nekat. Bagaimana tidak, isi dompetnya tidak mungkin untuk memiliki kuda besi yang diinginkannya. 

Warga Desa Jimbe Wetan, Kecamatan Jenangan,  Kabupaten Ponorogo itu pun memilih jalan pintas. Suzuki Satria FU 150 CKD nopol AE 4642 BD di sebuah penitipan sepeda di desa/Kecamatan Jiwan diembatnya. 

Akibatnya, pemuda 18 tahun itu terancam bui di atas lima tahun penjara lantaran saat mengambil motor tanpa seijin pemiliknya. 

‘’Motornya dikanibal, selanjutnya dimodifikasi untuk digunakan sendiri,” kata Kanit Reskrim Polsek Jiwan Iptu Gunawan, Kamis (4/1). 

Gunawan menerangkan, Hendra melancarkan aksinya pada Jumat dini hari (1/12). Berbekal sebuah gunting dan palu, dia berhasil merusak gembok di pagar penitipan. 

Setelah berhasil masuk, dia lantas memilih deretan motor yang sengaja dititipkan pemiliknya. Setelah memilih motor berwarna biru putih, Hendra lantas menuntunnya keluar. 

‘’Tersangka beraksi seorang diri, menggunakan alat terlatih dalam melancarkan kejahatannya,’’ ungkap Gunawan. 

Wiwin Suryo Nugroho, pemilik penitipan, baru menyadari salah satu motornya raib saat  Rudi Iswanto hendak mengambil motor pada siang harinya. Saat mengetahui motornya hilang, Rudi  langsung melaporkan nasib yang dialaminya ke Polsek Jiwan. 

‘’Penitipan sepeda motor itu sudah jadi langganan,” ujarnya. 

Gunawan menyatakan Hendra memang paham medan sebelum beraksi. Dia biasa ngamen di wilayah yang tak jauh dari penitipan. Penampilannya yang ala anak punk mudah dikenali warga sekitar. 

Kendati demikian, butuh waktu 27 hari untuk membuktikan kejahatan yang dilakukannya. Pihaknya bekerja sama dengan Polsek Jenangan Ponorogo. 

‘’Karena teridentifikasi pelaku, akhirnya kami mendatangi rumah tetangganya dan mendapatkan barang bukti di rumah tersangka,” bebernya.

Ada delapan barang bukti (BB) yang diamankan polisi. Di antaranya satu unit motor Suzuki FU, BPKB, STNK, roda sepeda motor, sepatbor, setang stir, pegangan di atas jok belakang, gunting, lembar bukti penitipan, dan gembok. 

Dari data kepolisian, diketahui jika nama Hendra pernah tercatat menjadi pelaku tindak kriminal sebelumnya. Saat SMP dia pernah mencuri handphone tetangganya. (mg10/pra)

(mn/jpr/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia