Sabtu, 24 Feb 2018
radarmadiun
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Buntut kasus Dugaan Aborsi Maut 

Kamis, 07 Dec 2017 15:01 | editor : Budhi Prasetya

korban aborsi magetan

Kasubbaghumas Polres Magetan AKP Suyatni memberikan keterangan ke awak media, Rabu (6/12).  (Andi Chorniawan/Radar Magetan)

MAGETAN – Kasus tewasnya Fitri Zuliani, 23, di kamar nomor 11 Hotel Purbaya, Desa Dadi, Plaosan terus menguak fakta baru. Selain Misnun dan Sur, polisi mengendus keterlibatan seorang lainnya dalam praktik dugaan pengguguran kandungan itu. 

‘’Hasil penyelidikan ada tiga orang yang terlibat,’’ sebut Kasubbaghumas Polres Magetan AKP Suyatni, Rabu (6/12).

Seorang lagi yang diduga terlibat praktik aborsi itu adalah Suwondo, warga yang tinggal sedesa dengan Misnun. Nama Suwondo muncul dari ‘’nyanyian’’ Misnun saat diperiksa penyidik. Misnun ditangkap polisi bersamaan olah tempat kejadian perkara (TKP) Selasa lalu (5/12) 

‘’Dia (Suwondo, Red) yang mengenalkan MS (Misnun) ke Sur,’’ ungkap Suyatni. 

Dia menuturkan, Misnun dan Suwondo telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tewasnya perempuan muda asal Desa/Kecamatan Sampung, Ponorogo, tersebut. Keduanya kini ditahan di sel tahanan mapolres setempat. 

Suyatni mengatakan, Misnun, Suwondo, dan Sur memiliki peran berbeda dalam praktik aborsi tersebut. Kronologinya, bermula ketika Fitri meminta tolong ke Misnun untuk menggugurkan kandungannya. 

Permintaan itu ditindaklanjuti Misnun dengan bertanya ke Suwondo apakah memiliki kenalan yang bisa melakukan aborsi. Permintaan tersebut ditanggapi dengan diarahkan ke Sur, asal Kecamatan Kawedanan, kenalannya. 

‘’Jadi peran keduanya ikut membantu menggugurkan kandungan. MS adalah yang dimintai tolong dan SW (Suwondo, Red) perantara pengenal,’’ paparnya sambil menyebut keduanya dijerat UU RI nomor 36 pasal 194 tentang Kesehatan dan atau pasal 56 KUHP. 

Kepada penyidik, lanjut dia, Misnun menyebut proses aborsi secara keseluruhan dilakukan oleh Sur. Caranya dengan melakukan penyuntikan beberapa kali ke tubuh Fitri. 

Namun, Suyatni belum bisa memastikan apakah Sur berasal dari kalangan kesehatan atau bukan. Pun, dirinya tidak mengungkap gamblang jenis cairan yang disuntikkan Sur ke tubuh korban. Juga bagaimana bisa menyebabkan pendarahan hingga menyebabkan kematian. 

‘’Masih dilidik (penyelidikan, Red),'' tutur mantan kapolsek Panekan itu.

Sumber internal di lingkup kepolisian menyebutkan, hasil pemeriksaan diketahui bahwa Misnun dan Fitri terlebih dulu menginap di rumah Sur sejak Senin dini hari. Keduanya tiba di Hotel Purbaya pukul 18.30 mengendarai sepeda motor Honda Vario nopol AE 6584 WJ. 

Pukul 19.00 Wib Sur datang ke Hotel Purbaya. Pemberian suntikan pertama kepada perempuan yang usia kehamilannya sekitar dua bulan itu baru dilakukan dua jam berselang. 

Sekitar pukul 23.00 Wib suntikan tersebut mulai bereaksi. Ditandai rasa sakit di bagian perut Fitri. Setelah itu, suntikan kedua dilakukan dan diilanjutkan untuk kali ketiga pukul 01.00 Selasa dinihari. 

Tiga jam berselang, Sur membangunkan Misnun yang tertidur. Lantas memberitahu warga yang tinggal sedesa dengan Fitri tersebut bahwa korban sudah meninggal. Setelah itu, keduanya membawa korban ke Puskesmas Plaosan dengan motor Misnun. 

Setibanya di sana, Misnun meminta agar Sur tetap di puskesmas untuk menjaga perempuan pemilik salon itu. Sementara dirinya kembali ke hotel mengambil barang yang tertinggal. 

‘’Tapi ketika kembali ke puskesmas sudah tidak ada (kabur, Red),’’ kata Suyatni. 

Dia mengibaratkan kasus tewasnya Fitri seperti rangkaian puzzle. Bila belum komplet, tidak bisa berandai-andai. 

Pihaknya masih menunggu Sur ditangkap. Juga menanti hasil otopsi Fitri yang prosesnya tidak dilakukan di RSUD dr Sayidiman, melainkan RS Bhayangkara Moestadjab Nganjuk. 

Pemindahan itu dilakukan demi keperluan pemeriksaan kepolisian. Sebab, ketika hasilnya sudah keluar, bakal dilanjutkan dengan dibawa ke laboratorium forensik Polda Jawa Timur. 

‘’Kalau sudah ada perkembangan pasti disampaikan,’’ pungkasnya

(mn/cor/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia