Sabtu, 24 Feb 2018
radarmadiun
icon featured
Peristiwa
Bencana Pacitan

Pacitan "Tenggelam", Dua Warga Dilaporkan Tewas 

Rabu, 29 Nov 2017 09:35 | editor : Budhi Prasetya

longsor pacitan

LUMPUH : Material longsor menutup Jalan Lingkar Selatan di Desa Gayam, Kecamtan Kebonagung, Pacitan yang mengakibatkan arus lalu lintas macet total, Selasa (29/11) (Hengky Ristanto/Radar Pacitan)

PACITAN - Hujan deras yang mengguyur Pacitan sepanjang hari Selasa (29/11) mengakibatkan banjir di sebagian besar  wilayah Kabupaten tersebut. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut sedikitnya 26 desa di lima kecamatan tergenang air dengan ketinggian bervariasi. 

Paling parah terjadi Desa Purwoasri, Kayen, Kebonagung, Sukoharjo (Kebonagung), Desa Sirnoboyo, Kembang, Arjowinangun (Pacitan), serta Desa Arjosari, Sedayu, Jatimalang, dan Tremas (Arjosari).

banjir pacitan

TENGGELAM : Puluhan rumah warga Dusun Krajan, Desa Sirnoboyo yang terendam banjir akibat tanggul Sungai Jelok jebol (Hengky Ristanto/Radar Pacitan)

Banjir juga ‘menenggelamkan’ beberapa ruas jalan protokol di Pacitan kota. Mulai Jalan Ahmad Yani, Kyai Ageng Petung, HOS Tjokroaminoto, Jalur Lintas Selatan (JLS) dan seputar alun-alun. 

Pusat data dan informasi BPBD mencatat, sampai Selasa petang rentetan bencana banjir mengakibatkan dua korban jiwa dan merendam ribuan rumah warga. 

Korban tewas adalah Martin yang terseret arus banjir di Desa Kayen, Kecamatan Kebonagung. Sementara satu korban tewas lainnya masih belum diketahui identitasnya. 

Jumlah itu diperkirkan bisa bertambah. Sebab, hingga saat ini BPBD masih mencari keberadaan satu warga Desa Kayen lainnya yang dilaporkan hanyut terbawa banjir. 

Pagi sebelumnya, tiga warga sempat dilaporkan hilang di Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan. Namun, belakangan mereka ditemukan selamat setelah ditolong warga dengan perahu nelayan. 

Selain karena hujan deras, banjir yang menggenangi rumah warga juga akibat jebolnya tanggul Sungai Njelok dan Sungai Telu. 

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Dianita mengatakan pihaknya sudah menyiapkan distribusi sembako. Serta membangun posko darurat atau penampungan di Jembatan Sirnoboyo. 

‘’Warga korban banjir terdapat di Desa Kayen, Purwoasri, Sirnoboyo, Kembang dan Sukoharjo. Mereka kami evakuasi ke tempat lebih aman sampai banjir surut,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Pacitan.

Sebagai upaya tanggap darurat banjir, seluruh personel dan sarana prasarana BPBD berupa perahu karet telah diterjunkan ke lokasi bencana. Perahu karet sangat diperlukan untuk mengevakuasi warga. Terutama mereka yang dalam posisi terjebak banjir. 

‘’Prioritas utama adalah logistik yang sudah kami cukupi. Utamanya, bagi warga di tempat-tempat pengungsian,’’ jelasnya. 

(mn/her/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia