Kamis, 22 Feb 2018
radarmadiun
icon featured
Hukum & Kriminal

Gelapkan Dana Yayasan, Kamituwo Divonis 5 Bulan Penjara

Sabtu, 11 Nov 2017 01:00 | editor : Budhi Prasetya

penggelapan dana yayasan

Joko saat mendengar putusan majelis hakim PN Ponorogo. (Asta Yanuar/Radar Ponorogo )

PONOROGO - Entah bagaimana karir Joko Imam Mukharom selanjutnya. Pasalnya, lelaki yang menjabat sebagai perangkat desa ini yang satu ini mesti merasakan tidur di balik jeruji besi hingga akhir tahun. 

Ini setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) menyatakan Joko -panggilan akrab Joko Imam Mukharom- bersalah menggelapkan dana pokok anggota Yayasan Suromenggolo. 

Kamituwo atau Kepala Dusun di Desa Munggung, Kecamatan Pulung itu divonis lima bulan penjara, Rabu (8/11) lalu. 

Lelaki berumur 40 tahun itu dimejahijaukan lantaran diduga menggelapkan dana pokok Yayasan Suromenggolo. Sebagai ketua yayasan, dia membawahi sebanyak 70 anggota. 

Diketahui, dana jaminan senilai Rp 3 juta per kepala. Perangkat desa yang satu ini sebelumnya dituntut tujuh bulan. 

‘’Keputusan majelis sudah menimbang bukti dan saksi yang memberatkan juga meringankan terdakwa,’’ kata Humas PN Ponorogo, Andi Wilham.

Kamituwo ditahan aparat kepolisian terhitung 21 Juli 2017 lalu. Dengan begitu, ayah satu anak ini mesti tidur di bui hingga akhir tahun. 

Andi menjelaskan, kasus Joko hingga vonis kali ini baru dilaporkan oleh beberapa anggota yayasan. Artinya, Joko bisa diproses hukum lagi jika muncul laporan lain. 

‘’Majelis sudah menyarankan supaya terdakwa bisa menyelesaikan masalahnya setelah masa hukuman selesai,’’ tambah Andi.

Sementara itu, seusai persidangan, Joko mengakui sudah ada sebagian dana jaminan yang telah dikembalikan kendati masih separonya. Sebelum dipidanakan, dia mengungkapkan hendak menjual tanah untuk mengembalikan uang kepada anggota yayasan. 

‘’Saya sudah dipenjara, bagaimana bisa mengembalikan,’’ ujar Joko.

Terkait kasus penggelapan yang dilakukannya, Joko berkilah dana jaminan anggota dia pakai untuk kegiatan sosial. Meski begitu, anggota tampaknya tidak terima dengan pengakuan Joko tersebut. 

Joko juga berdalih tidak lancarnya dana dari donatur utama memaksanya memakai dana jaminan anggota. Kendati begitu, Joko sudah dihadapkan dengan hukum dan dinyatakan bersalah. 

‘’Saya takut dosa, uang anggota akan saya kembalikan,’’ ujarnya sembari masuk ruang tahanan PN Ponorogo. 

(mn/mg8/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia