Minggu, 18 Feb 2018
radarmadiun
icon featured
Kota Madiun

Viral, Video Pelajar Terjaring Operasi

Jumat, 10 Nov 2017 18:00 | editor : Budhi Prasetya

video pelajar

Seorang pelajar SMP menangis sambil memeluk motornya.  (Instagram Satlantas Polres Madiun Kota )

MADIUN - Menggugah kesadaran tertib berlalu lintas memang tidak mudah. Termasuk di kalangan pelajar. Meski sejak awal Satlantas Polres Madiun Kota giat melakukan razia pelajar bermotor, tetap saja banyak yang melanggar. 

Sebuah video Operasi Zebra Semeru 2017 yang digelar Satlantas Polres Madiun Kota langsung viral. Ren, seorang pelajar salah satu SMPN di Kota Madiun yang kena tilang, menangis histeris sambil memegangi sepeda motornya. 

Terang saja dia ditilang. Sebab, mustahil bagi pelajar SMP memiliki surat izin mengemudi (SIM). Apesnya lagi, Ren juga tidak bisa menunjukkan surat tanda nomor kendaraan (STNK). 

‘’Mboten, Pak. Mboten (Tidak, Pak. Tidak). Lepaskan, Pak,’’ rengek Ren kepada Iptu Karjianto, anggota satlantas yang memintanya menunjukkan surat-surat kelengkapan berkendara, Rabu (8/11).

Dalam video tersebut, Ren terlihat memeluk erat motor bebeknya yang berwarna merah. Sejumlah anggota polisi yang berusaha menenangkannya tidak digubris. Ren tetap merengek sambil duduk memeluk motor bernopol AE 5019 MB itu. 

‘’Nama kamu siapa? Sekolahnya di mana? Tidak apa-apa,’’ ujar Karjianto kalem mencoba menenangkan Ren.

Polah Ren yang terekam video amatir itu lantas diunggah ke Instagram resmi Satlantas Madiun kota hingga menjadi viral. Dalam tempo 10 jam mampu menyedot 4.008 orang dan mengundang 38 orang untuk berkomentar.  

‘’Ini hal yang biasa dalam dinamika penegakan hukum. Semoga menjadi pelajaran untuk siswa lain,’’ ujar Kasatlantas Polres Madiun AKP Purwanto Sigit Raharjo. 

Sigit menuturkan, kejadian menggelitik itu terjadi Rabu (8/11) sekitar pukul 09.00 Wib. Awalnya Satlantas Polres Madiun Kota menggelar Operasi Zebra Semeru 2017 di Jalan MT Haryono. 

Ren yang melintas di jalan itu terpaksa dipinggirkan polisi lantaran berseragam sekolah. Karena tidak mampu menunjukkan SIM dan STNK, polisi tidak punya pilihan selain menindak pelajar tersebut. 

‘’Karena melanggar, ya kami tindak,’’ tegasnya.

Reaksi Ren yang menangis sambil memeluk erat sepeda motornya sempat membuat polisi kebingungan. Tak terkecuali Sigit yang berada di lokasi. 

Polisi juga berinisiatif menelepon guru Ren. Setelah gurunya datang, Ren berangsur tenang. Dia pun bersedia merelakan sepeda motornya disita polisi. 

‘’Siswa (Ren, Red) lalu dibonceng gurunya kembali ke sekolah,’’ beber Sigit.

Menurut Sigit, kejadian seperti yang menimpa Ren merupakan pelajaran bahwa anak di bawah umur seyogianya tidak boleh berkendara terlebih dahulu. Sebelum dia memiliki SIM sebagai bukti kematangan dalam berkendara. 

‘’Orang tua jangan mudah merelakan putra putrinya berkendara dengan motor saat belum punya SIM,’’ tegasnya. 

(mn/naz/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia