Sabtu, 24 Feb 2018
radarmadiun
icon featured
Ponorogo

Nyawa Melayang Usai Beli Nasi Pecel

Kamis, 09 Nov 2017 13:26 | editor : Budhi Prasetya

kecelakaan maut

Ilustrasi grafis kecelakaan yang menewaskan dua pengendara motor (Habib/Radar Madiun)

BABADAN – Ajal memang tak memilih waktu dan tempat. Seperti yang menimpa Ari Hartanto, dan Simin. Maut menjemput Ari bertepatan di hari ulang tahunnya, sementara Samin menghembuskan napas terakhir setelah membeli nasi pecel untuk sarapan. 

Keduanya harus kehilangan nyawa setelah terlibat kecelakaan di Jalan Dusun Kajang, Desa Pondok, Babadan, Selasa (7/11) sekitar pukul 06.30 Wib. Diduga kecelakaan maut itu terjadi lantaran kedua korban sama-sama berkendara dengan kecepatan cukup tinggi.

Ari, remaja 16 tahun asal  Desa Trisono, Kecamatan Babadan, Ponorogo mengendarai Honda Tiger AE 5560 VU melaju kencang dari utara. Pun, Simin, warga Desa Purwasari, Kecamatan Babadan, Ponorogo yang berkendara dari arah selatan. 

Honda Beat AE 2698 VC yang dikendarai Simin beradu moncong dengan sepeda motor Ari. Laju kendaraan tidak terkontrol, kecelakaan tidak bisa dihindari. 

‘’Kondisi jalan juga agak rusak,’’ kata Retno Yuhana Lestari, warga sekitar lokasi kejadian.

Sempat terdengar suara keras ketika dua sepeda motor yang dikendarai Ari dan Simin bertabrakan. Sontak Retno yang kaget, segera mencari sumber suara. 

Dia lantas mendekati dua korban yang sudah sudah bersimbah darah di jalan lurus dan terbilang tidak cukup ramai itu. Posisi tubuh Ari terlentang di pinggir dengan helm hancur, sementara posisi Simin tengkurap di tengah jalan. 

‘’Keluar darah banyak, saya langsung berteriak minta tolong,’’ ujarnya.

Retno mengungkapkan, dua korban masih sempat meronta-ronta sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir. Sepeda motor milik keduanya mengalami kerusakan parah di bagian depan. 

Dilokasi kejadian, Retno juga melihat seorang gadis menangisi salah seorang korban. Spontan ditanyakannya identitas korban berlumuran darah yang dipeluk gadis itu. 

‘’Ternyata Ari, mantan anak didik saya. Saya segera hubungi keluarganya,’’ kata guru SDN 1 Trisono Babadan itu.

Beberapa saat kemudian, polisi datang dan menggelar olah TKP. Kemudian membawa dua jenazah korban ke RSUD dr Harjono Ponorogo untuk dilakukan visum. 

‘’Dua sepeda motor yang terlibat kecelakaan kami amankan ke mapolres,’’ kata Kanit Laka Satlantas Polres Ponorogo, Ipda Badri. 

(mn/mg8/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia